Lansia : Korban dan Pelaku Kejahatan dalam Kontruksi Media
- 25 Mei 2026 16:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – lansia tidak hanya rentan menjadi korban kejahatan, tetapi dalam beberapa kasus juga dikonstruksikan sebagai pelaku kejahatan dalam pemberitaan media massa. Hal tersebut disampaikan Dr. Drs. Sugeng Pujileksono, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dalam dialognya di RRI Surabaya tentang sosial dengan topik “Lansia: Korban dan Pelaku Kejahatan dalam Kontruksi Media”.
Dalam pemaparannya Dr. Sugeng menjelaskan bahwa media massa tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk persepsi dan konstruksi sosial masyarakat terhadap kelompok lansia, khususnya dalam konteks pemberitaan kriminalitas.
Menurutnya, pemberitaan media sering menggunakan pilihan kata tertentu yang membentuk citra lansia sebagai kelompok rentan maupun sebagai ancaman sosial. Istilah seperti “lansia terlantar”, “ nenek malang”, hingga “ kakek penipu” dan “kakek predator” dinilai dapat memengaruhi cara masyarakat memandang kelompok lanjur usia.
Ia menjelaskan, dalam perspektif kesejahteraan sosial, penggunaan labelisasi tersebut dapat memunculkan sigma, diskriminasi, bahkan memperkuat stereotip terhadap lansia sebagai kelompok yang lemah ataupun menyimpang.
Selain itu, media juga dinilai kerap menggunakan metafora tertentu dalam pemberitaan, seperti “lansia menjadi mangsa empuk penipu digital” atau “ di usia senja justru terjerat kasus kriminal”, yang secara tidak langsung membangun emosi publik berupa simpati, ketakutan, maupun penilaian negatif terhadap lansia.
Dr. Sugeng menambahkan bahwa framing media terhadap lansia umunya terbagi dalam dua pola utama, yaitu lansia sebagai korban dan lansia sebagai pelaku kejahatan. Pada posisi sebagai korban, media cenderung menonjolkan penderitaan dan kelemahan fisik lansia. Semenara pada posisi sebagai pelaku, media lebih sering menampilkan unsur sensasional tanpa menjelaskan faktor sosial yang melatarbelakanginya,
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena persoalan lansia tidak dapat dinilai hanya dari aspek kriminalitas semata, melainkan juga dipahami dari sisi kesejahteraan sosial, seperti kemiskinan, kesepian, Kesehatan mental, hingga minimnya perlindungan sosial.
Melalui kajian tersebut, masyarakat diajak untuk lebih bijak memahami pemberitaan media terkait lansia serta mendorong hadirnya perspektif yang lebih humanis dan berkeadilan sosial dalam konstruksi media massa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....