Belajar Al-Qur’an sejak Dini Dinilai Lebih Mudah dan Efektif

  • 18 Mei 2026 19:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak sejak usia dini dinilai lebih mudah dan efektif karena anak berada pada fase golden age atau masa perkembangan terbaik. Dalam dialog Beranda Asta Cita Pro 1 RRI Surabaya, Senin, 18 Mei 2026, Pengasuh Rumah Al-Qur’an Mahmuda, Ustazah Hj. Kartikasari Fadil Mukhayin, Lc., M.Pd., menjelaskan, pengenalan Al-Qur’an dapat dimulai sejak anak berusia 1,8 tahun hingga 13 tahun.

“Anak usia dini berada pada fase golden age. Di usia itu mereka sangat mudah meniru, mendengar, dan mengingat. Karena itu, mengajarkan Al-Qur’an sejak dini jauh lebih mudah dibandingkan ketika anak sudah beranjak remaja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengajaran Al-Qur’an pada anak tidak hanya sebatas membaca huruf hijaiyah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan dan kebiasaan islami dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, anak yang sejak kecil terbiasa mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an akan lebih mudah memiliki kedekatan emosional dengan agama.

“Ketika anak dibiasakan mendengar murattal, diajak menghafal doa-doa pendek, serta dikenalkan pada huruf hijaiyah secara rutin, maka secara perlahan Al-Qur’an akan menjadi bagian dari keseharian mereka,” katanya.

Ustadzah Kartikasari juga menilai bahwa usia dini merupakan waktu terbaik membangun fondasi akhlak anak. Melalui pendidikan Al-Qur’an, anak diajarkan nilai kesabaran, sopan santun, disiplin, hingga rasa hormat kepada orang tua dan guru.

Menurutnya, tantangan pendidikan anak saat ini semakin besar karena pengaruh teknologi dan media digital yang begitu cepat masuk ke kehidupan anak-anak. Karena itu, pendidikan agama sejak dini menjadi benteng penting dalam membangun karakter generasi muda.

“Kalau sejak kecil anak sudah dekat dengan Al-Qur’an, maka ketika dewasa mereka memiliki pegangan hidup yang kuat. Ini penting di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang sangat cepat,” ujarnya.

Ia mengatakan, anak usia dini memiliki daya ingat yang kuat dan rasa ingin tahu tinggi sehingga proses belajar Al-Qur’an dapat dilakukan dengan lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Sementara itu, Sekretaris Rumah Al-Qur’an Mahmuda, Ustazah Amelya Khusnul Fadhilah, S.Pd. menambahkan, metode pembelajaran untuk anak usia dini harus dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan karakter anak.

Pendekatan yang lembut dan interaktif dinilai mampu membuat anak lebih nyaman belajar Al-Qur’an. “Anak-anak jangan dipaksa. Mereka diajak belajar sambil bermain, mendengar murattal, mengenal huruf hijaiyah melalui gambar dan lagu. Dengan begitu, mereka akan lebih mencintai Al-Qur’an,” katanya.

Menurutnya, peran orang tua juga menjadi faktor utama dalam keberhasilan pendidikan Al-Qur’an sejak dini. Orang tua diharapkan dapat menciptakan suasana rumah yang dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an agar anak terbiasa mendengar dan membaca ayat suci setiap hari.

Ia mengatakan, pengajar maupun orang tua harus memahami karakter setiap anak karena kemampuan belajar setiap anak berbeda. Ada anak yang cepat menghafal, ada pula yang lebih mudah memahami melalui visual dan pendengaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....