Wajib Tahu! Ini Perbedaan Lava dan Lahar yang Sering Bikin Bingung
- 13 Mei 2026 12:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Saat gunung api erupsi, masyarakat sering mendengar istilah lava dan lahar. Dua kata ini terdengar mirip, sama-sama berkaitan dengan aktivitas gunung api, tetapi sebenarnya memiliki arti dan bahaya yang berbeda.
Secara sederhana, lava adalah magma panas yang keluar ke permukaan bumi saat erupsi gunung api. Lava biasanya berupa cairan pijar bersuhu sangat tinggi yang mengalir dari kawah atau rekahan gunung. Mengutip dari laman ESDM.go.id, aktivitas gunung api dapat menghasilkan berbagai material letusan, salah satunya adalah aliran lava.
Lava memiliki suhu sangat panas, umumnya berkisar antara 800 hingga 1.200 derajat Celsius. Karena itu, aliran lava dapat membakar tumbuhan, hutan, bangunan, maupun area yang dilaluinya. Meski sangat berbahaya, aliran lava biasanya bergerak lebih lambat dibandingkan lahar.
Sementara itu, lahar adalah campuran material vulkanik seperti abu, batu, pasir, dan lumpur yang bercampur dengan air, lalu mengalir menuruni lereng gunung. Air tersebut bisa berasal dari hujan, sungai, danau kawah, maupun lelehan es akibat panas erupsi.
Mengutip laman ijog.geologi.esdm.go.id, lahar dapat terbentuk dari longsoran endapan awan panas yang dipicu oleh curah hujan tinggi. Inilah yang sering dikenal masyarakat sebagai banjir lahar dingin, terutama ketika material vulkanik terbawa air hujan dan mengalir deras melalui jalur sungai.
Perbedaan paling mudah diingat adalah: lava berasal langsung dari magma panas, sedangkan lahar terbentuk dari material vulkanik yang bercampur air.
Dari sisi bahaya, lava mengancam karena suhu panasnya yang ekstrem. Sementara lahar berbahaya karena dapat mengalir cepat seperti banjir lumpur, membawa batu besar, pasir, dan material vulkanik lain yang mampu merusak permukiman, jembatan, jalan, hingga lahan pertanian.
Dengan memahami perbedaan lava dan lahar, masyarakat di sekitar kawasan gunung api dapat lebih waspada. Sebab, Indonesia merupakan negara dengan banyak gunung berapi aktif, sehingga pengetahuan sederhana seperti ini penting untuk mengurangi risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....