Tradisi Hanami Sakura jadi Daya Tarik Musim Semi

  • 10 Mei 2026 19:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tradisi hanami menjadi salah satu budaya paling terkenal di Jepang saat musim semi tiba. Kegiatan ini dilakukan masyarakat dengan menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran di taman maupun area terbuka.

Hanami berasal dari kata “hana” yang berarti bunga dan “mi” yang berarti melihat. Tradisi ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan masih terus dilestarikan hingga sekarang oleh masyarakat Jepang.

Biasanya, warga Jepang berkumpul bersama keluarga, teman, atau rekan kerja di bawah pohon sakura sambil menikmati makanan dan minuman. Suasana hanami identik dengan piknik santai dan kebersamaan.

Dilansir dari Japan National Tourism Organization, musim mekarnya bunga sakura berbeda di setiap wilayah Jepang, namun umumnya berlangsung antara akhir Maret hingga awal April.

Beberapa lokasi terkenal untuk hanami antara lain Taman Ueno di Tokyo, Sungai Meguro, hingga Kyoto yang dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara saat musim sakura berlangsung.

Selain menjadi tradisi budaya, hanami juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Jepang. Banyak wisatawan datang khusus untuk menikmati pemandangan bunga sakura yang hanya mekar dalam waktu singkat.

Dilansir dari Japan Guide, bunga sakura biasanya hanya bertahan sekitar satu hingga dua minggu sebelum gugur. Karena itulah masyarakat Jepang sangat menantikan momen tersebut setiap tahunnya.

Tradisi hanami tidak hanya menjadi kegiatan menikmati keindahan alam, tetapi juga mengandung makna filosofis tentang kehidupan yang indah namun sementara, sebagaimana bunga sakura yang mekar dan gugur dalam waktu singkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....