Ikan Payus dan Ikan Bandeng: Sekilas Mirip, ternyata Beda
- 08 Mei 2026 16:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan kekayaan hasil laut yang melimpah. Meski sekilas tampak mirip, ikan payus dan ikan bandeng memiliki perbedaan signifikan, baik dari segi bentuk, habitat, hingga tekstur dagingnya.
Ikan payus (Elops hawaiensis) merupakan salah satu jenis ikan yang cukup dikenal di beberapa wilayah pesisir Indonesia, khususnya di daerah Jawa dan Banten. Ikan Payus termasuk ikan pelagis yang bersifat predator atau ikan pemangsa seperti ikan kecil atau udang. Ikan Payus sering dijuluki sebagai ikan bandeng laki karena bentuk tubuhnya mirip bandeng tetapi lebih ramping/pipih tidak seperti ikan bandeng yang memiliki bentuk tubuh oval.
Dikutip dari laman Indonesian Jurnal Hasil Riset (e-jurnal.com) dan beberapa sumber, Habitat Ikan payus di perairan pantai dan perairan payau seperti muara sungai. ikan ini memiliki tubuh yang cenderung lebih gemuk dan pipih, dengan warna bagian atas cokelat kehitaman dan bagian bawah keperakan. ikan payus memiliki tubuh pipih dengan ekor bercagak, dan warna kuning pada ekor bagian ventral.
Keunggulan dari ikan payus adalah dikenal memiliki daging yang lembut dan rasa gurih. Meskipun ikan ini memiliki duri yang cukup tajam, tetapi duri yang terdapat pada ikan payus tidak sebanyak ikan bandeng. Hanya saja, ikan payus memiliki aroma khas yang tidak disukai karena memiliki bau amis yang khas dan cenderung menyengat dibandingkan ikan air tawar atau payau lainnya.
Di beberapa daerah, ikan payus menjadi komoditas penting bagi nelayan tradisional. Harganya relatif stabil di pasar lokal karena permintaan yang cukup tinggi. Selain dijual segar, ikan payus juga sering diolah menjadi berbagai produk seperti ikan asap, pindang, hingga olahan goreng dan bakar.
Keberadaan ikan payus di alam mulai berkurang akibat perubahan lingkungan, pencemaran, dan aktivitas penangkapan berlebih. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan yang berkelanjutan, termasuk budidaya ikan payus di tambak sebagai alternatif untuk menjaga populasi di alam.
Dengan pengelolaan yang tepat, ikan ini berpotensi menjadi komoditas unggulan yang mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sementara itu, ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu ikan air payau yang sangat populer di Indonesia dan banyak dibudidayakan. Ikan ini hidup di tambak dan laguna (perairan dangkal yang terpisah dari laut lepas). Secara fisik, bandeng memiliki tubuh lebih ramping dan memanjang, dengan warna keperakan terang dan sirip ekor bercabang.
Keunggulan dari kan bandeng adalah dagingnya yang kenyal dan rasanya yang gurih dan baunya yang tidak amis, meskipun memiliki banyak duri halus. Ikan ini sering diolah menjadi berbagai hidangan seperti bandeng presto atau pepes bandeng, sate lilit bandeng, bandeng kuah kuning, otak-otak bandeng. Selain itu, bandeng juga dapat diolah menjadi kerupuk. Tak hanya dagingnya, tulang dan kulit ikan bandeng juga bisa dimanfaatkan sebagai kerupuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....