Perbedaan Kereta Api dan KRL di Indonesia

  • 04 Mei 2026 12:58 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Transportasi berbasis rel di Indonesia memiliki berbagai jenis, di antaranya kereta api (KA) dan Kereta Rel Listrik (KRL). Keduanya sama-sama menggunakan rel, tetapi memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari segi fungsi, teknologi, hingga jangkauan layanan.

Pengertian kereta api mengutip dari website peraturan.bpk.go.id, pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian adalah sarana perkeretaapian dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan. Sedangkan pengertian Kereta Rel Listrik (KRL) menurut website IndonesiaBaik.id KRL adalah KRL memiliki kapasitas yang paling besar dalam sistem transportasi perkotaan, selain itu, KRL merupakan kereta yang menggunakan tenaga listrik dan difungsikan sebagai transportasi komuter (harian) di wilayah perkotaan.

Perbedaan kereta api (KA) dan Kereta Rel Listrik (KRL) jdikutip dari website IndonesiaBaik.id jika dilihat dari sumber tenaga : kereta api (KA) umumnya menggunakan lokomotif diesel atau listrik sedangkan KRL: sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dari jaringan kabel atas. Dilihat dari fungsi dan tujuan, kereta api: untuk perjalanan jarak jauh (antar kota/antar provinsi) sedangkan KRL: untuk perjalanan harian (komuter) di wilayah perkotaan.

Selain itu, juga terdapat perbedaan antara kereta api dan krl dari segi jangkauan operasi, pada kereta api: menjangkau wilayah luas antar kota sedangkan KRL: terbatas di wilayah metropolitan seperti Jabodetabek. Untuk Kapasitas penumpang, krl: mampu mengangkut lebih banyak penumpang karena terdapat penumpang yang berdiri, namun untuk kereta api: kapasitas lebih terbatas karena berbasis tempat duduk.

Pada faktanya, lumayan banyak untuk diketahui perbedaan antara kereta api dan krl. Dan ternyata kereta api serta KRL memiliki fungsi yang berbeda meskipun sama-sama menggunakan rel. Kereta api cocok digunakan untuk perjalanan jauh dengan kenyamanan tinggi. Sedangkan KRL lebih cocok untuk mobilitas harian di perkotaan dengan kapasitas besar dan frekuensi tinggi. Perbedaan ini menunjukkan bahwa keduanya saling melengkapi dalam sistem transportasi nasional Indonesia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....