Ikan Sapu-Sapu, Si Hitam yang Viral serta Dampaknya Bagi Lingkungan

  • 22 Apr 2026 12:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Belakangan ini, ikan sapu-sapu menjadi perbincangan hangat di media sosial dan pemberitaan di Indonesia. Ikan sapu-sapu menjadi perhatian publik di Indonesia, terutama karena populasinya yang meningkat pesat di berbagai sungai seperti yang kita ketahui beberapa hari terakhir. Ikan sapu-sapu viral bukan karena keindahannya, melainkan karena dampaknya terhadap lingkungan. Banyak daerah bahkan melakukan penangkapan massal ikan ini karena dianggap merusak ekosistem sungai.

Mengutip dari akun Instagram dkpkp.jakarta disebutkan bahwa Ikan sapu-sapu atau memiliki nama lain Pleco, Plecostomus, atau Ikan Bandaraya adalah ikan air tawar yang berasal dari Amerika Selatan. Awalnya, ikan sapu-sapu diperkenalkan sebagai ikan hias karena kemampuannya membersihkan lumut di akuarium. Sehingga sering kita jumpai ikan ini di dalam sebuah aquarium ikan hias.

Sebenarnya kenapa ikan sapu-sapu ini viral dan trending akhir-akhir ini? Viralnya ikan sapu-sapu di Indonesia dipicu oleh beberapa hal:

• Penangkapan massal di sungai-sungai perkotaan

• Populasi yang sangat banyak dan sulit dikendalikan

• Kontroversi terkait cara pemusnahannya

Di beberapa wilayah, ikan ini bahkan dikumpulkan dan dimusnahkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan karena berpotensi merusak ekosistem perairan lokal sebab penyebarannya yang tidak terkendali atau disebut dengan spesies invasive. Seperti dilansir dari website aboutmalang.com ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif, ini mampu mendominasi habitat baru dan mengancam keberadaan ikan local serta membawa berbagai dampak buruk bagi lingkungan, antara lain:

• Ikan sapu-sapu dapat mendominasi ekosistem : Dalam beberapa kasus, ikan sapu-sapu dapat mendominasi suatu perairan hingga menggeser spesies asli. Hal ini mempercepat kerusakan keanekaragaman hayati.

• Populasi ikan sapu-sapu sulit dikendalikan: Karena kemampuan adaptasi yang tinggi, ikan ini dapat hidup bahkan di perairan yang tercemar dan berkembang sangat cepat.

• Ikan sapu-sapu dapatmerusak habitat sungai: Ikan sapu-sapu memiliki kebiasaan menggali lubang di dasar sungai untuk berkembang biak. Aktivitas ini dapat merusak struktur tebing sungai dan meningkatkan kekeruhan air.

• Ikan sapu-sapu dapat mengancam ikan lokal: Ikan ini bersaing dengan ikan asli dalam mendapatkan makanan dan tempat hidup. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan penurunan populasi ikan lokal.

Ikan sapu-sapu merupakan contoh nyata dampak negatif dari pelepasan spesies asing ke lingkungan. Selain itu, ikan ini termasuk spesies invasif yang berbahaya karena merusak ekosistem, mengancam ikan lokal, serta sulit dikendalikan.

Peran masyarakat sangat penting untuk tidak membuang ikan peliharaan ke sungai atau danau. Sementara itu, upaya pemerintah dalam pengendalian dan edukasi perlu terus ditingkatkan agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....