Star Syndrome, ketika Popularitas Memengaruhi Perilaku Seseorang
- 15 Apr 2026 20:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Star syndrome menjadi fenomena yang kerap dibahas dalam dunia psikologi sosial, terutama terkait perubahan perilaku seseorang setelah meraih popularitas atau pengakuan publik. Kondisi ini sering dikaitkan dengan meningkatnya rasa percaya diri yang berlebihan.
Dalam kajian Psikologi, star syndrome merujuk pada kecenderungan individu merasa dirinya lebih unggul dibanding orang lain setelah mendapatkan perhatian atau kesuksesan tertentu.
Dilansir dari American Psychological Association, perubahan sikap ini dapat dipengaruhi oleh lingkungan yang terus memberikan pujian tanpa kritik, sehingga membentuk persepsi diri yang tidak realistis.
Fenomena ini dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya selebritas, tetapi juga individu yang mendadak populer di lingkungan kerja, sekolah, atau media sosial.
Gejala yang muncul antara lain sikap merasa paling benar, sulit menerima masukan, hingga cenderung meremehkan orang lain. Dalam beberapa kasus, hubungan sosial dapat terganggu akibat perubahan sikap tersebut.
Selain itu, tekanan untuk mempertahankan citra juga dapat memicu stres tersendiri. Individu dengan star syndrome sering merasa harus selalu tampil sempurna di hadapan orang lain.
Para ahli menyarankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepercayaan diri dan kerendahan hati. Dukungan lingkungan yang memberikan umpan balik objektif juga berperan dalam mencegah kondisi ini berkembang.
Dengan pemahaman yang tepat, star syndrome dapat dihindari sehingga seseorang tetap mampu berkembang tanpa kehilangan sikap realistis terhadap diri sendiri dan orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....