Hari Bekal Indonesia: Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pererat Ikatan Keluarga

  • 12 Apr 2026 10:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Peringatan Hari Bekal di Indonesia yang jatuh setiap 12 April menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat kembali membiasakan membawa makanan dari rumah. Sejalan dengan Hari Bekal Sedunia yang diperingati setiap 10 April, gerakan ini dinilai semakin relevan di tengah gaya hidup modern yang serba instan.

Membawa bekal tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan makan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini memiliki dampak signifikan terhadap kualitas gizi, terutama pada anak dan remaja.

Sebuah penelitian dalam Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan tahun 2025 menyebutkan bahwa perilaku membawa bekal memiliki hubungan kuat dengan status gizi anak sekolah. Kebiasaan tersebut juga berkaitan dengan kecukupan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat yang lebih seimbang. Artinya, anak yang rutin membawa bekal cenderung memiliki pola makan yang lebih terkontrol dibandingkan yang sering jajan sembarangan.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kebiasaan tidak membawa bekal dapat meningkatkan konsumsi jajanan tidak sehat. Studi tahun 2024 dari Journal Universitas Pahlawan Riau, menemukan adanya hubungan antara kebiasaan membawa bekal dengan rendahnya konsumsi jajanan berisiko pada anak sekolah.

Di sisi lain, meningkatnya konsumsi makanan cepat saji menjadi tantangan tersendiri. Berbagai jurnal kesehatan mengungkap bahwa makanan cepat saji umumnya tinggi kalori, lemak, gula, dan garam, serta rendah serat, sehingga berisiko menyebabkan obesitas dan gangguan kesehatan lainnya jika dikonsumsi berlebihan

Selain aspek kesehatan, membawa bekal juga berdampak pada lingkungan. Dengan menggunakan wadah makan yang dapat digunakan ulang, kebiasaan ini membantu mengurangi sampah plastik dari kemasan sekali pakai, sebagaimana dianjurkan dalam berbagai program edukasi kesehatan dan sekolah.

Fenomena membawa bekal sendiri telah menjadi budaya di berbagai negara. Di Jepang dikenal dengan “bento”, sementara di Korea Selatan ada “dosirak” yang praktis dan bergizi. Di Indonesia, tren ini juga semakin berkembang, bahkan menjadi konten kreatif di media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Lebih dari sekadar makanan, bekal juga memiliki nilai emosional. Bekal yang disiapkan dari rumah menjadi simbol perhatian dan kasih sayang dalam keluarga, sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Dengan adanya peringatan Hari Bekal Indonesia, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa kebiasaan sederhana ini memiliki dampak besar mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga lingkungan. Kebiasaan membawa bekal pun bukan hanya tren, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....