Terubuk Tebu, Sayuran Lokal Unik Kaya Gizi
- 08 Apr 2026 13:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Terubuk tebu merupakan salah satu kekayaan pangan lokal Indonesia yang masih belum banyak dikenal masyarakat luas. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Saccharum edule ini termasuk dalam keluarga tebu, namun berbeda dari tebu biasa karena bagian yang dimanfaatkan adalah bunganya, bukan batangnya.
Mengutip dari laman repository.pertanian.go.id, Terubuk sering disebut sebagai “tebu telur” karena bentuk dan tekstur bunganya yang menyerupai butiran telur ikan. Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, hingga Papua Nugini, dan biasanya tumbuh di daerah tropis.
Secara fisik, terubuk memiliki batang yang mirip dengan tanaman tebu, yaitu beruas-ruas dan berwarna hijau kemerahan. Bagian yang dikonsumsi adalah bunga muda (malai) yang masih terbungkus pelepah daun. Bunga tersebut memiliki ukuran sekitar 8–12 cm dan teksturnya lembut menyerupai bunga kol, sehingga sering dijuluki cauliflower sugarcane.
Di berbagai daerah, terubuk memiliki nama yang berbeda. Ada yang menyebutnya turubus, tebu endog atau gula telur atau terubuk (Jawa), tiwu endog atau turubuk (Sunda), sayor lilin (Manado), bunga tebu atau tebu (Sumatera), sayur trubus (Maluku), idawaho (Ternate), didiliutu (Halmahera Utara), dan lain – lain.
Meski tergolong sayuran tradisional, terubuk memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Dalam bunga terubuk terdapat protein, serat, vitamin C, serta mineral penting seperti kalsium dan fosfor. Selain itu, terubuk juga mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Beberapa manfaat terubuk antara lain membantu melancarkan sistem pencernaan karena kandungan seratnya, mendukung kesehatan tulang berkat kalsium, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sumber antioksidan yang membantu melawan radikal bebas, dan memberikan nutrisi penting dengan kalori yang relatif rendah.
Terubuk dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Masyarakat biasanya mengonsumsi terubuk sebagai lalapan segar, dikukus, ditumis, atau dimasak dalam sayur seperti sayur lodeh, sayur asem, hingga gulai. Bahkan, ada juga yang mengolahnya menjadi perkedel atau gorengan. Rasa terubuk cenderung gurih dengan sedikit manis, sehingga cocok dipadukan dengan berbagai bumbu tradisional.
Meskipun memiliki nilai gizi tinggi dan potensi ekonomi yang menjanjikan, budidaya terubuk masih terbatas dan belum dilakukan secara intensif. Hal ini menyebabkan ketersediaannya di pasar belum stabil dan belum mampu memenuhi permintaan secara luas. Padahal, dengan pengembangan yang lebih serius, terubuk berpotensi menjadi salah satu komoditas pangan lokal unggulan yang dapat mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan petani.
Terubuk tebu adalah sayuran lokal unik dengan kandungan gizi tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan. Meski belum populer seperti sayuran lainnya, terubuk memiliki nilai kuliner dan kesehatan yang tidak kalah penting. Dengan pengenalan dan budidaya yang lebih luas, terubuk berpeluang menjadi salah satu ikon pangan lokal Indonesia di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....