Inovasi GenZ Penuhi Pangan lewat Kreasi Olahan Sayur

  • 25 Mar 2026 17:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Generasi Z mulai menunjukkan peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan melalui berbagai inovasi di sektor pertanian dan pengolahan pangan. Tidak hanya menanam, generasi muda kini juga mengembangkan kreasi olahan sayur yang lebih menarik dan bernilai ekonomi.

Dalam program “Beranda Asta Cita” Pro 1 RRI Surabaya bertema Kesadaran Gen Z untuk Ketahanan Pangan dan Pola Hidup Sehat, Rabu, 25 Maret 2026, Mahasiswa Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur, Jasmine Tifani Claudia Arisayu, menjelaskan bahwa inovasi dimulai dari budidaya tanaman hortikultura yang mudah diterapkan.

“Kami menanam berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, selada air, terong, tomat, kembang kol, cabai, dan kangkung. Ini menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” ujarnya.

Upaya tersebut tidak berhenti pada tahap produksi. Gen Z juga menghadirkan berbagai kreasi olahan untuk meningkatkan nilai jual dan daya tarik sayuran di masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Salsalina Aprilia Br Ginting, mengungkapkan bahwa inovasi produk menjadi kunci agar sayuran lebih diminati, khususnya oleh kalangan muda.

“Kami mengolah hasil panen menjadi berbagai produk seperti salad sayur yang dijual mulai Rp11 ribu, toast mulai Rp5.500, serta jus pakcoy seharga Rp10 ribu per botol,” jelasnya.

Tak hanya itu, inovasi juga dilakukan melalui produk unik seperti bolu berbahan dasar pakcoy berdiameter 20 cm yang dijual dengan harga Rp80 ribu. Produk ini menjadi salah satu bentuk kreativitas dalam mengolah sayuran menjadi makanan yang lebih modern dan menarik, serta memiliki harga jual yang bersaing.

Menurut Mentor Magang Pertanian MBKM Marpo, Slaviyanti, S.Sos, inovasi yang dilakukan generasi muda ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar jika dikembangkan secara kreatif.

“Gen Z memiliki keunggulan dalam hal kreativitas dan pemanfaatan tren dan marketing digital. Ini yang membuat produk pertanian bisa naik kelas dan lebih diterima pasar,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam inovasi pangan tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang menjanjikan.

Melalui berbagai kreasi tersebut, Gen Z diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan sistem pangan yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....