Disabilitas Netra Tak Mengurangi Semangat Berkarya dan Berprestasi
- 14 Mar 2026 11:25 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus belajar, berkarya, dan meraih prestasi. Semangat tersebut ditunjukkan oleh Ilvan Maulana Aditya, seorang siswa disabilitas netra dari SLB YPAB Surabaya
Dalam dialog Surabaya Siang Ini, Ruang Disabilitas, Sabtu, 14 Maret 2026, di tengah keterbatasan penglihatan yang dimilikinya, Ilvan terus berupaya mengembangkan kemampuan akademik dan bakatnya. Ketertarikannya pada pelajaran matematika, menjadikannya sebagai memotivasi untuk terus belajar dan berusaha lebih baik lagi.
“Matematika adalah pelajaran yang saya sukai. Memang ada tantangan karena tidak semua materi mudah diakses oleh saya, tapi justru itu yang membuat saya semakin tertantang untuk belajar lebih giat. Karena menurut saya, keterbatasan bukan berarti kita tidak bisa berprestasi. Yang penting adalah kemauan untuk belajar, berusaha, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Selain menekuni bidang akademik, Ilvan juga aktif mengembangkan bakatnya di bidang olahraga, khususnya catur. Dalam waktu dekat ini, ia akan mengikuti turnamen catur pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Ajang tersebut menjadi kesempatan baginya untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman dalam kompetisi.
“Saya senang bermain catur karena membutuhkan konsentrasi dan strategi. Saat ini saya juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti O2SN, jadi latihan terus saya lakukan agar bisa tampil maksimal,” katanya.
Menurut Ilvan, catur merupakan olahraga yang sangat melatih konsentrasi dan strategi. Permainan tersebut juga mengajarkan kesabaran serta kemampuan mengambil keputusan dengan tepat.
Sementara itu, guru di SLB YPAB Surabaya, Saif, menilai Ilvan merupakan siswa yang memiliki semangat belajar tinggi serta kemauan kuat untuk berkembang meskipun memiliki keterbatasan.
“Ilvan termasuk siswa yang tekun dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ia tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam belajar, terutama pada pelajaran matematika yang memang cukup menantang bagi siswa disabilitas netra,” ujarnya.
Saif menambahkan bahwa dukungan lingkungan sekolah sangat penting untuk membantu siswa penyandang disabilitas mengembangkan potensinya, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Kami selalu berupaya memberikan pendampingan serta ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakatnya. Salah satunya melalui ekstra kulikuler. Sehingga siswa bisa mengetahui bakat minatnya, sekaligus mengembangkan kemampuannya di bidang non akademik. Karena dengan dukungan yang tepat, siswa disabilitas mampu menunjukkan prestasi dan percaya diri,” jelasnya.
Menurut Saif, keikutsertaan Ilvan dalam ajang O2SN juga menjadi bukti bahwa siswa disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi dan berprestasi. Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama untuk berkembang dan berprestasi apabila diberikan kesempatan yang setara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....