Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga 10 Maret 2026
- 02 Mar 2026 10:46 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Jawa Timur pada periode 1–10 Maret 2026. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
Dalam rilis resminya melalui media sosial resminya @infobmkgjuanda, menyampaikan bahwa saat ini Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Namun, dalam 10 hari ke depan justru diperkirakan terjadi peningkatan signifikan cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat.
Cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, di antaranya aktifnya Monsun Asia, adanya gangguan atmosfer berskala rendah seperti Madden Julian Oscillation (MJO), Low Frequency, serta gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut yang masih hangat di perairan selatan Jawa Timur dan Selat Madura serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
BMKG Juanda mencatat sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, serta Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.
Masyarakat yang berada di wilayah dengan topografi curam, perbukitan, dan daerah rawan banjir diimbau untuk lebih waspada terhadap dampak lanjutan seperti longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada, serta mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG Juanda mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk pembaruan radar cuaca dan peringatan dini cuaca jangka pendek, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana yang mungkin terjadi.