Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Indonesia 3 Maret 2026

  • 26 Feb 2026 19:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa fenomena Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia.

Peristiwa astronomi langka ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat untuk menyaksikan keindahan alam semesta secara langsung. Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus. Dalam kondisi tersebut, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi sehingga cahaya Matahari tidak langsung mencapai permukaan Bulan. Akibatnya, Bulan akan tampak berwarna kemerahan saat puncak gerhana, fenomena yang kerap disebut sebagai Blood Moon.

Berdasarkan rilis dari instagram resminya @infobmkg, seluruh proses gerhana dapat diamati dari wilayah Indonesia, meskipun fase awal yang terlihat berbeda-beda di setiap daerah. Secara global, gerhana ini juga dapat disaksikan di kawasan Timur Amerika, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, serta Asia Tengah.

BMKG merilis jadwal fase Gerhana Bulan Total di Indonesia sebagai berikut:

  1. Gerhana Penumbra mulai (P1): pukul 15.42 WIB / 16.42 WITA / 17.42 WIT
  2. Gerhana Sebagian mulai (U1): pukul 16.49 WIB / 17.49 WITA / 18.49 WIT
  3. Gerhana Total mulai (U2): pukul 18.03 WIB / 19.03 WITA / 20.03 WIT
  4. Puncak Gerhana: pukul 18.33 WIB / 19.33 WITA / 20.33 WIT
  5. Gerhana Total berakhir (U3): pukul 19.03 WIB / 20.03 WITA / 21.03 WIT
  6. Gerhana Sebagian berakhir (U4): pukul 20.17 WIB / 21.17 WITA / 22.17 WIT
  7. Gerhana Penumbra berakhir (P4): pukul 21.24 WIB / 22.24 WITA / 23.24 WIT

BMKG mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri dan memilih lokasi pengamatan dengan langit cerah agar dapat menikmati fenomena ini secara optimal. Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus.

Fenomena Gerhana Bulan Total ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ilmu astronomi. BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG agar memperoleh data yang akurat dan terpercaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....