Atap Kelas Ambruk, Keselamatan Siswa Dipertaruhkan
- 23 Feb 2026 22:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Atap ruang kelas 9B di SMPN 1 Gedangan ambruk pada Jumat, 20 Februari 2026 lalu sekitar pukul 09.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut karena ruangan telah dikosongkan sejak satu bulan lalu akibat kondisi bangunan yang dinilai membahayakan.
Kepala SMPN 1 Gedangan, Aris Setiawan, mengatakan tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat dua bulan sebelumnya. Pihak sekolah pun mengambil langkah antisipatif dengan memindahkan siswa ke ruang lain.
“Atapnya melengkung dan setelah dicek, kayu penyangga di bagian wuwung sudah rapuh karena dimakan rayap. Kami langsung mengosongkan kelas untuk menghindari risiko bagi siswa,” ujar Aris, Senin 23 Februari 2026.
Menurutnya, gedung sekolah tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 15 tahun. Seiring waktu, sejumlah bagian konstruksi kayu mengalami pelapukan, terlebih dalam beberapa pekan terakhir intensitas hujan cukup tinggi sehingga mempercepat kerusakan.
Tak hanya kelas 9B, kondisi ruang kelas 9A, 9C, dan 9D juga dinilai mengkhawatirkan. Untuk sementara, pihak sekolah berencana memindahkan siswa dari kelas-kelas tersebut ke laboratorium komputer.
“Aktivitas belajar tetap berjalan, tetapi laboratorium tentu kurang ideal untuk pembelajaran rutin. Kami berharap ada penanganan segera agar siswa bisa kembali belajar di ruang yang aman dan layak,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, mendesak agar perbaikan segera diprioritaskan. Ia menegaskan bahwa keselamatan siswa tidak boleh menunggu proses birokrasi yang berlarut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar penanganan bisa disegerakan. Jangan sampai ada korban baru kemudian bergerak,” tegas Warih.
Menurutnya, jika memungkinkan, perbaikan dapat diupayakan melalui skema anggaran terdekat. DPRD juga membuka opsi dukungan anggaran lain agar proses renovasi tidak tertunda.
“Yang utama adalah memastikan keamanan siswa. Renovasi harus menjadi prioritas,” tandasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya audit berkala terhadap kondisi bangunan sekolah, terutama yang telah berusia lebih dari satu dekade, guna mencegah potensi risiko keselamatan di lingkungan pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....