Partisipasi Tinggi, Pilkades Sidoarjo Diwarnai Seleksi Tambahan

  • 20 Feb 2026 21:51 WIB
  •  Surabaya

‎‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Kontestasi politik tingkat desa di Kabupaten Sidoarjo mulai memanas. Sebanyak 80 desa dipastikan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Dari jumlah tersebut, dua desa harus melalui tahapan tambahan berupa tes Computer Assisted Test (CAT) karena jumlah bakal calon melebihi batas maksimal lima orang.

‎Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, menyebut dua desa tersebut adalah Desa Sepande, Kecamatan Candi, dan Desa Pulungan, Kecamatan Sedati. Menurutnya, regulasi mengatur maksimal lima calon yang dapat ditetapkan sebagai peserta Pilkades.

‎“Kalau jumlahnya tidak lebih dari lima calon, tahapan berjalan normal. Namun jika lebih dari lima, wajib dilakukan seleksi tambahan melalui CAT untuk menentukan lima besar,” ujar Probo, Jumat 20 Februari 2026.

‎Tingginya jumlah pendaftar dinilai menjadi indikator meningkatnya partisipasi politik masyarakat desa. Dari 80 desa yang menggelar Pilkades, hanya satu desa dengan calon tunggal, yakni Desa Rejeni, Kecamatan Krembung.

‎“Dari 80 desa, hanya satu yang calon tunggal. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk berkompetisi cukup tinggi,” tambah Probo.

‎Di Desa Sepande, persaingan terbilang ketat. Tercatat tujuh bakal calon telah mendaftarkan diri, yakni Bashori, Anik Fauziyah, Ali Imron, Hadi Santoso, Anugerah Agung, dan Nasution. Seluruhnya telah memenuhi persyaratan administrasi dan kini menunggu tahapan seleksi berikutnya.

‎Sekretaris Panitia Pilkades Sepande, Mustakim, mengatakan pihaknya masih menunggu jadwal resmi pelaksanaan CAT dari panitia kabupaten. “Kami menunggu kepastian jadwal dari kabupaten. Setelah itu, kami akan menyesuaikan dengan tahapan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

‎Sementara itu, di Desa Pulungan terdapat enam bakal calon yang siap bersaing, yakni petahana Deki Andianto, Mujiman, Kasmiyati, Ginanjar, Adi Kusuma, dan Muhammad Munir. Panitia memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai ketentuan.

‎Sugeng Sutikno, panitia Pilkades Pulungan bagian data, menjelaskan bahwa salah satu bakal calon, Muhammad Munir, memang tercatat ber-KTP Surabaya. Namun, ia telah lama berdomisili di Pulungan. “Yang bersangkutan sudah tinggal di Desa Pulungan lebih dari 10 tahun dan memenuhi syarat domisili,” terangnya.

‎Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintah Desa Dinas PMD Sidoarjo, Hernita Hadi Lestari, menegaskan pelaksanaan CAT menjadi instrumen objektif untuk menyaring bakal calon. Tes tersebut akan difasilitasi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo.

‎“Materi CAT mencakup pengetahuan umum, pemerintahan desa, dan bahasa Indonesia. Sistemnya berbasis komputer sehingga hasilnya transparan dan akuntabel,” kata Hernita.

‎Dinas PMD Kabupaten Sidoarjo menegaskan akan terus berkoordinasi dengan camat, panitia desa, serta aparat keamanan guna memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan aman, tertib, dan demokratis. Hingga kini, proses di dua desa yang akan mengikuti CAT dilaporkan berlangsung kondusif sembari menunggu jadwal resmi dari panitia kabupaten.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....