Cita Rasa Matoa Merah & Gading Khas Pati

  • 13 Okt 2025 14:51 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Buah matoa (Pometia pinnata) yang dikenal berasal dari Papua kini telah berhasil dikembangkan di berbagai daerah Indonesia, termasuk Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dua varietas unggulan yang dibudidayakan ialah Matoa Pati Merah dan Matoa Gading, keduanya memiliki cita rasa manis perpaduan antara rambutan, kelengkeng, dan durian.

Matoa Pati Merah memiliki kulit merah kecokelatan, daging tebal, dan rasa lebih manis dibanding jenis lainnya. Sementara Matoa Gading atau “Matoa Tangkai” berwarna hijau kekuningan dengan aroma khas mirip durian.

Mengutip laman trubus.id, bibit kedua varietas ini berasal dari Papua dan mulai dibudidayakan sejak 1990-an di 21 kecamatan di Kabupaten Pati, dengan sentra utama di Kecamatan Tayu. Para tengkulak dan pedagang lebih memilih Matoa Merah karena tampilannya menarik dan daya tahannya lebih lama, bisa mencapai dua pekan setelah dipetik, sedangkan jenis lain hanya bertahan sekitar 10 hari.

Satu pohon matoa berusia 15–20 tahun dapat menghasilkan 70–150 kilogram buah per panen, dengan frekuensi panen dua hingga tiga kali setahun atau sekitar 300 kilogram per tahun. Panen biasanya terjadi dua hingga tiga bulan setelah akhir musim hujan, tergantung kondisi cuaca.

Di Surabaya, harga Matoa Pati Merah di pasaran daring berkisar Rp62.000 per kilogram atau Rp122.000 untuk dua kilogram. Meski berasal dari Papua, pohon matoa dapat tumbuh baik di daerah tropis dengan tanah kering, lapisan tanah tebal, dan curah hujan tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....