Menggenggam Filosofi Hidup dalam Setiap Motif Batik
- 29 Sep 2025 15:06 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya : Batik bukan sekadar kain bercorak indah, tetapi juga simbol identitas bangsa Indonesia yang sudah mendunia. Sejak tahun 2009, batik resmi diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pengakuan ini menegaskan bahwa batik bukan hanya karya seni, melainkan juga tradisi yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Menurut laman UNESCO.org, batik memiliki nilai filosofi yang dalam, karena setiap motif dan pola mencerminkan perjalanan hidup, lingkungan, serta nilai-nilai budaya masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Tidak heran jika batik sering digunakan dalam upacara adat, perayaan, hingga kegiatan formal kenegaraan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui laman Kemdikbud.go.id menegaskan bahwa batik memiliki peran penting dalam memperkuat identitas nasional sekaligus mendorong ekonomi kreatif. Batik kini tidak hanya diproduksi di sentra tradisional seperti Pekalongan, Solo, atau Yogyakarta, tetapi juga berkembang dengan inovasi modern yang diminati anak muda.
Selain nilai estetikanya, batik juga telah menjadi simbol diplomasi budaya. Banyak kepala negara dan tokoh dunia yang pernah mengenakan batik dalam kunjungan resmi ke Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa batik telah melampaui batas kultural, menjadi jembatan persahabatan antarbangsa.
Dengan kekayaan makna dan pengakuan internasional, batik bukan sekadar kain, melainkan warisan hidup yang terus beradaptasi tanpa kehilangan akar tradisinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....