Kemensos RI dan PERSIARI Petakan Talenta Siswa

  • 05 Okt 2026 14:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia (PERSIARI) memetakan potensi dan bakat siswa Sekolah Rakyat melalui program Talent Mapping School yang digelar serentak pada 2 hingga 4 Oktober 2026 di 18 kota dan kabupaten. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan PERSIARI terhadap Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya dalam membekali keterampilan komunikasi dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Sebanyak 54 tim PERSIARI diterjunkan dalam kegiatan tersebut untuk mengenalkan sekaligus mempraktikkan keterampilan broadcasting, jurnalistik, dan public speaking kepada para siswa. Pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran sesuai potensi dan minat siswa di Sekolah Rakyat.

Sebanyak 18 wilayah menjadi lokasi pelaksanaan Talent Mapping School, meliputi Jakarta Selatan, Kota Surabaya, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Kediri, Madiun, Sampang, Malang, Lamongan, Probolinggo, Bangkalan, Sumenep, Ponorogo, dan Pamekasan.

Melalui program tersebut, PERSIARI membawa semangat bahwa siswa Sekolah Rakyat tidak hanya ditargetkan menyelesaikan pendidikan formal, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat mendukung masa depan mereka. Keterampilan menjadi penyiar, jurnalis, dan public speaker diperkenalkan sebagai bekal agar siswa siap kerja sekaligus siap bersuara di industri media.

Salah satu pelaksanaan Talent Mapping School berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 DKI Jakarta dengan melibatkan 240 siswa kelas 10 dan 11 SMA. Pada hari kedua, siswa mendapatkan pengenalan public speaking yang dilanjutkan dengan praktik berbicara di depan kelas melalui metode bercerita mengenai hobi masing-masing.

Para siswa juga diberi kesempatan melakukan simulasi wawancara dengan berpasangan, yakni satu siswa berperan sebagai narasumber dan siswa lainnya sebagai pewawancara. Mereka ditantang untuk tampil di hadapan ratusan teman sehingga kemampuan berbicara, keberanian, serta kemampuan membangun komunikasi dapat terlihat secara langsung.

Antusiasme siswa menjadi salah satu temuan dalam proses pemetaan tersebut, karena sebagian besar peserta menunjukkan kemampuan berbicara yang cukup baik saat praktik. Potensi tersebut dinilai hanya perlu terus diasah dan dipoles melalui latihan yang berkelanjutan.

Di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 DKI Jakarta, pengembangan kreativitas siswa juga didukung melalui kegiatan ekstrakurikuler Creator Club yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal dunia content creator. Keterampilan public speaking menjadi salah satu kemampuan penting karena dibutuhkan dalam proses membuat konten, menyampaikan gagasan, maupun berinteraksi dengan audiens.

Pada hari ketiga, siswa mendapatkan pengalaman praktik sebagai penyiar radio melalui simulasi siaran dialog dengan narasumber yang juga diperankan oleh siswa. Praktik tersebut memberikan gambaran bahwa keterampilan berbicara dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk penyiaran dan produksi konten media.

Ketua DPW PERSIARI Jawa Timur, Adi Widodo, yang menjadi bagian dari tim Talent Mapping School di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 DKI Jakarta, menyebut keterlibatan dalam program tersebut sebagai amanah besar dari Kementerian Sosial RI. "Kami mendapat amanah luar biasa dari Kementerian Sosial RI untuk bisa langsung bertatap muka dengan para siswa, melihat kegiatan mereka di sekolah dan asrama, sekaligus mengetahui keinginan mereka untuk berkembang dan belajar," ujarnya.

Menurut Adi, interaksi langsung dengan siswa dan wali asrama semakin menguatkan motivasi PERSIARI untuk terus mendampingi pengembangan keterampilan komunikasi di Sekolah Rakyat. Ia berharap kolaborasi antara Kementerian Sosial RI dan PERSIARI dapat terus berlanjut karena keterampilan public speaking, jurnalistik, dan broadcasting dinilai dapat menjadi bekal yang terus diasah sekaligus meningkatkan keberanian siswa berbicara di depan umum.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Program Talent Mapping School selanjutnya diharapkan tidak berhenti pada pemetaan awal, tetapi menjadi pijakan untuk memfokuskan sistem pembelajaran public speaking sesuai potensi siswa. PERSIARI juga berencana melanjutkan program tersebut ke provinsi lainnya, dengan membawa semangat bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah, melainkan jalan untuk membuka kesempatan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....