Pekerja SPPG Mojo 3 Surabaya Rasakan Manfaat di Balik Pelaksanaan Program MBG

  • 02 Okt 2026 14:24 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • SPPG Mojo 3 Surabaya menyiapkan 2.364 porsi MBG setiap hari untuk tujuh sekolah dan tiga Posyandu.
  • Program MBG membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dengan tugas mulai pemorsian hingga kebersihan
  • Pekerja berharap MBG terus berjalan karena memberi penghasilan sekaligus kesempatan berkontribusi bagi penerima manfaat.

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia. Program yang dilaksanakan melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut resmi dimulai secara bertahap pada 6 Januari 2025 melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam perkembangannya, cakupan MBG terus diperluas. Pada awal Januari 2026, BGN mencatat program tersebut telah didukung 19.188 SPPG yang beroperasi di 38 provinsi dan melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat.

Salah satu SPPG yang menjalankan layanan tersebut berada di Mojo 3 Surabaya, Jalan Mojoklanggru Kidul Nomor 86, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Setiap hari, dapur SPPG tersebut menyiapkan makanan untuk tujuh sekolah dan tiga posyandu dengan total 2.364 porsi.

Sebanyak 2.012 porsi diperuntukkan bagi sekolah, sedangkan sisanya untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Satria, salah satu petugas bagian pemorsian SPPG Mojo 3 Surabaya, mengatakan makanan tersebut didistribusikan kepada tujuh sekolah di sekitar lokasi dapur SPPG. Selain sekolah, distribusi juga dilakukan ke berbagai Posyandu terdekat.

“Sasaran dari MBG kami itu ke TK Al Insan, TK Al Hikmah, SD Ahmad Yani, SDN Airlangga I, SDN Airlangga III, SMA Kertajaya, dan MI Muhammadiyah 5. Selain itu, juga mengantar ke Posyandu RW 6, RW 8, dan RW 13 Mojo,” ujar Satria.

Di balik proses penyediaan ribuan porsi tersebut, terdapat pekerja dengan tugas masing-masing, mulai dari pemorsian hingga kebersihan. Satria mengatakan, pekerjaan di SPPG turut membantunya memenuhi kebutuhan keluarga. Sebelum bergabung di SPPG, ia bekerja di sebuah perusahaan distributor.

“Ya, kalau pribadi saya, ya menyejahterakan saya sendiri. Bisa menyejahterakan kayak anak-anak sekolah, atau guru-guru atau anak-anak yang lain yang membutuhkan. Dan untuk saya, ya juga bisa menghidupi keluarga untuk anak-anak saya,” ucap Satria.

Pengalaman serupa disampaikan Aris Duyanto yang bertugas di bagian pemorsian. Menurutnya, pekerjaan di SPPG memberikan kesempatan untuk memperoleh penghasilan sekaligus pengalaman baru. Dalam menjalankan tugas, Aris juga dituntut teliti dalam memastikan makanan siap didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Ya, membantu untuk mencari rezeki dan mencari pengalaman. Saya juga belajar untuk bisa memastikan semua makanan itu aman dan bebas dari kuman sebelum diedarkan ke sekolah,” kata Aris.

Sementara itu, Firda Aulia, salah satu pegawai SPPG yang sebelumnya bekerja di restoran mengatakan, terdapat perbedaan jam kerja antara pekerjaan sebelumnya dengan pekerjaannya saat ini. “Lebih enak di sini, soalnya kalau makanan di restoran 12 jam. Kalau di sini 9 jam,” ujar Firda. (Della)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....