Gubernur Khofifah Paparkan Permata Jatim Tangani Kawasan Kumuh Terpadu
- 14 Sep 2026 19:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan Permata Jatim dan Sikawanku dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu. Forum tersebut dipimpin Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Khofifah pada Senin 14 September 2026 menjelaskan, Permata Jatim merupakan program penanganan kawasan permukiman kumuh secara terpadu. Program ini melibatkan pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota berbasis data.
"Ini sekadar pengalaman kami, kami membangun Permata Jatim dengan tujuan mengintervensi permukiman yang terpadu dan terintegrasi di Jawa Timur. Kami ingin penanganan kawasan kumuh dilakukan secara terpadu dan terintegrasi,” ujarnya.
Berdasarkan data 2024, kawasan kumuh di Jatim mencapai 8.117,23 hektare. Hingga akhir 2025, luas tersebut berkurang 1.619,47 hektare sehingga tersisa 6.497,76 hektare.
"Permasalahan ini menuntut intervensi yang terintegrasi, berbasis data, dan dikerjakan melalui sinergi lintas level pemerintahan. Sinergi menjadi kunci untuk mempercepat penanganan kawasan kumuh,” imbuhnya.
Pada 2025, Permata Jatim diterapkan di dua kawasan seluas 21,89 hektare. Pada 2026, program diperluas ke empat kawasan dengan total 44,36 hektare.
"Setiap kawasan ditangani sebagai satu unit transformasi, bukan sekadar kumpulan paket pekerjaan," tegas Khofifah. "Intervensinya mencakup tujuh aspek kekumuhan sesuai kebutuhan kawasan."
Selain penanganan fisik, Pemprov Jatim mengembangkan Sikawanku berbasis MIS dan GIS. Sistem ini membantu pemutakhiran data serta penentuan prioritas penanganan kawasan kumuh.
"Sikawanku menjadi basis data bersama untuk pemutakhiran, analisis, dan pengambilan kebijakan, sehingga prioritas penanganan dapat ditetapkan secara lebih tepat, terukur, dan terintegrasi. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan berdasarkan data yang sama,” ujarnya.
Menko Infra AHY mengapresiasi paparan Khofifah sebagai praktik baik bagi daerah lain. Menurutnya, Jawa Timur memiliki kompleksitas wilayah dan persoalan permukiman yang cukup besar.
"Kehadiran Ibu Gubernur juga bisa merepresentasi para gubernur lainnya yang di sana sini menghadapi permasalahan yang sama, terima kasih Ibu Gubernur. Sharing best practice dari Jawa Timur sangat kami harapkan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....