Program Bedah Rumah Dipastikan Tepat Sasaran Bagi Warga
- 12 Sep 2026 19:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program bedah rumah pemerintah diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi hunian warga, tetapi juga membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ketepatan sasaran menjadi penting agar bantuan dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerima.
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, Sabtu 12 September 2026, mengatakan proses seleksi penerima harus dilakukan secara cermat mulai tingkat RT, RW hingga kelurahan. Menurutnya, penerima harus benar-benar warga yang kondisi rumahnya tidak layak dan membutuhkan bantuan.
“Harapannya program ini bisa betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat dan harapannya adalah dari ketua RT, Pak Ketua RT, Pak RT, Pak RW sampai ke tingkat kelurahan itu bisa menseleksi memang masyarakat yang memang betul-betul membutuhkan,” kata Bambang.
Bambang juga mengingatkan agar bantuan sosial yang selama ini diterima warga tidak otomatis dihentikan setelah rumah mereka diperbaiki. Menurutnya, kondisi ekonomi penerima belum tentu berubah hanya karena kondisi rumahnya menjadi lebih layak.
“Jangan sampai keliru di dalam menentukan itu. Dan nanti kalau sudah mereka itu rumahnya dibedah itu jangan terus yang biasanya mereka dapat bantuan sosial, silang gak bisa itu kan hanya rumahnya aja yang berubah,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Lontar Iwan Ahmadi mengatakan pihak kelurahan mengusulkan warga berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi. Dua warga yang menerima bantuan di wilayahnya yakni Nuryadi dan Nurasim.
“Karena mereka kan masuk ke desil yang lebih kecil, jadi mereka penghasilannya juga di bawah UMK. Jadi kami dari pihak Kelurahan mengusulkan mereka untuk mendapatkan bedah rumah,” ujar Iwan.
Nuryadi, warga penerima program bedah rumah, mengaku bersyukur mendapat bantuan renovasi sebesar Rp20 juta dari pemerintah. Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan cukup parah.
“Kondisi rumah, terutama bagian atap, sudah rapuh semua. Kayu-kayunya juga sudah banyak yang hancur,” kata Nuri.
Nuryadi mengatakan proses renovasi rumah dikerjakan sendiri bersama anaknya dan telah berlangsung sekitar satu bulan lebih dua minggu. “Terima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu renovasi rumah,” ujarnya.
Program bedah rumah tersebut merupakan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang secara nasional menyasar sekitar 450 ribu rumah. Peninjauan program dilakukan di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, yang memiliki sekitar 32 ribu penduduk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....