PG Pradjekan Bondowoso Dorong Petani Terapkan MBS untuk Rendemen Optimal

  • 01 Sep 2026 16:57 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • PG Pradjekan Bondowoso PT SGN dorong petani terapkan prinsip MBS Manis, Bersih, Segar untuk jaga kualitas tebu dari kebun hingga pabrik dan capai rendemen optimal.
  • Ketua DPC APTRI Bondowoso Rolis Wikarsono tegaskan tebu MBS beri hasil lebih maksimal dan tingkatkan pendapatan petani, jadi kunci keberlanjutan industri gula.
  • Realisasi tebu giling PG Pradjekan per 31 Agustus capai 73,20 persen dari target 479.916,97 ton, sebanyak 351.300,05 ton.

RRI.CO.ID, Bondowoso - Bagi petani tebu, menghasilkan tebu berkualitas menjadi kunci untuk memperoleh hasil panen yang optimal. Melalui penerapan prinsip MBS atau Manis, Bersih, dan Segar, petani dapat menjaga kualitas tebu sejak dari kebun hingga dikirim ke Pabrik Gula (PG) Pradjekan, Bondowoso.

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co sebagai pengelola PG Pradjekan terus memperkuat sinergi dengan petani tebu melalui pengelolaan bahan baku dan proses pengolahan yang optimal. Pabrik Gula Pradjekan di Bondowoso, Jawa Timur menjadi mitra petani dalam mengolah tebu menjadi gula.

Tebu yang manis, bersih, dan segar memiliki peran penting dalam menentukan kualitas bahan baku yang diterima pabrik. Tebu yang dipanen pada tingkat kemasakan optimal, minim kotoran, serta segera dikirim setelah ditebang dapat membantu menjaga kualitas tebu dan mendukung proses pengolahan yang lebih optimal di pabrik.

Bagi petani, kualitas tebu tidak hanya berkaitan dengan hasil produksi, tetapi juga berpengaruh terhadap nilai yang diperoleh. Semakin baik kualitas tebu yang dikirimkan, semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil pengolahan dan rendemen yang optimal.

Kinerja PG Pradjekan yang secara konsisten menunjukkan hasil dan rendemen yang baik turut didukung oleh pasokan tebu berkualitas dari petani. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso, Rolis Wikarsono, mengajak para petani untuk terus meningkatkan kualitas tebu dengan menerapkan prinsip MBS.

"Petani harus terus menjaga kualitas tebunya. Tebu yang Manis, Bersih, dan Segar akan memberikan hasil yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT SGN agar hasil yang diperoleh lebih maksimal," ujar Rolis, Selasa, 1 September 2026.

Ia menambahkan bahwa dengan hasil yang baik, tentu harapannya pendapatan petani juga dapat meningkat. Peningkatan kualitas tebu perlu menjadi perhatian bersama demi keberlanjutan industri gula nasional.

Menurut Rolis, petani memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri gula karena kualitas bahan baku yang baik akan mendukung kinerja pabrik sekaligus membuka peluang bagi petani untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.

Sementara itu, hingga 31 Agustus 2026, PG Pradjekan mencatat realisasi tebu giling sudah mencapai 73,20 persen dari target. Target tebu giling sebesar 479.916,97 ton, dengan realisasi hingga 31 Agustus sebanyak 351.300,05 ton tebu.

Melalui penerapan prinsip Manis, Bersih, dan Segar, petani tidak hanya menjaga kualitas tebu, tetapi juga turut membuka peluang untuk menghasilkan rendemen yang lebih baik, meningkatkan nilai hasil panen, dan mendorong peningkatan pendapatan.

PT SGN sendiri merupakan sub-Holding Gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang didirikan 17 Agustus 2021, mengkonsolidasi 36 Pabrik Gula PTPN dan termasuk dalam 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung swasembada gula nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....