Respon Salah Satu SPPG usai Peningkatan Kasus Keracunan Menjadi Kejadian Fatal
- 05 Agt 2026 05:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Barokah Rungkut Medokan Ayu terus lakukan kontrol kualitas pada proses produksi MBG sebagai upaya pencegahan terjadinya keracunan di area wilayah Medokan. Hal tersebut di ungkapkan Kepala SPPG Dapur Barokah Arief Tirtana S.Kom menanggapi peningkatan status keracunan MBG menjadi kejadian fatal oleh Kepala BGN Sudaryono.
Arief mengatakan upaya pengawasan dan kontrol pada setiap piring yang akan disajikan kepada siswa merupakan komitmen sejak awal dan selalu menjadi prioritas utama yang dilakukan pihaknya. “Sejak awal kami selalu lakukan pengawasan di setiap prosesnya, mulai dari belanja bahan hingga proses pengolahan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu membeli bahan baku dengan kualitas terbaik yang berasal dari pusat perbelanjaan atau pasar yang terjamin mutunya. “Karena tahap penyortiran bahan juga sangat krusial, mengingat kualitas bahan yang kami gunakan harus tetap segar dan melalui pengelolaan yang sesuai dengan SOP yang berlaku,” ucapnya.
Terlebih, selain proses pembelian bahan baku, sortir dan pengolahan bahan, prosedur lain yang menjadi fokus utama yakni menggerakkan ekonomi lokal agar program MBG dapat memberi kesejahteraan bagi pedagang. “Selain itu dari bahan baku yang kami beli ini menciptakan suatu pergerakan ekonomi juga di pasar, jadi MBG ini kompleks,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut perlu diawasi bersama oleh seluruh pihak, tidak hanya petugas SPPG namun juga penerima manfaat serta masyarakat sekitar. “Tujuannya agar program MBG dapat berjalan sebagaimana mestinya dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain melakukan pengawasan berkala di setiap proses produksi MBG, pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi dan transparansi kepada penerima manfaat terkait menu, proses pembuatan dan sistem distribusi hingga ke penerima. “Bisanya satu minggu atau satu bulan sekali kami melakukan pengecekkan ke sekolah, untuk memastikan kualitas dan mutu makanan tetap baik,” ujarnya.
Sebagai informasi, peningkatan status keracunan MBG menjadi kejadian fatal oleh Kepala BGN Sudaryono merupakan respons atas dugaan keracunan massal yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. BGN juga menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap berbagai pelanggaran dalam pelaksanaan MBG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....