Dukung Generasi Emas 2045 PERSAGI Soroti Penguatan Program Makan Bergizi Gratis

  • 03 Jul 2026 09:02 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Dukung Generasi Emas 2045 PERSAGI Soroti Penguatan Program Makan Bergizi Gratis
  • Taufiqurrahman, ketua panitia pelaksana Temu Ilmiah Nasional (TIN) II PERSAGI 2026 mengatakan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menegaskan pentingnya penguatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

RRI.CO.ID, Surabaya – Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menegaskan pentingnya penguatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Penguatan tersebut mencakup aspek keamanan pangan, ketahanan gizi, hingga kesehatan saluran cerna agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Komitmen itu menjadi salah satu fokus dalam Temu Ilmiah Nasional (TIN) II PERSAGI 2026 yang mengangkat tema "Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045". Forum tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, serta pembuat kebijakan untuk membahas berbagai tantangan dan strategi pembangunan gizi nasional.

PERSAGI memandang pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan gizi yang berkualitas sejak dini. "Selain menjamin kecukupan asupan makanan, kualitas gizi dinilai berpengaruh terhadap kesehatan, kemampuan belajar, produktivitas, hingga daya saing bangsa," ujar Taufiqurrahman, ketua panitia pelaksana Temu Ilmiah Nasional (TIN) II PERSAGI 2026, kepada rri.co.id, Jumat, 3 Juli 2026.

Dijelaskan oleh Taufiq, dalam forum tersebut, implementasi Program Makan Bergizi Gratis menjadi perhatian utama. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program tidak hanya diarahkan pada perluasan akses makanan bergizi, tetapi juga pada peningkatan mutu makanan, keamanan pengolahan, serta keberlanjutan sistem penyediaan pangan.

PERSAGI menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada jaminan keamanan pangan. Makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus bebas dari kontaminasi biologis, kimia, maupun fisik agar aman dikonsumsi dan memberikan manfaat kesehatan secara maksimal.

Selain itu, ketahanan gizi juga dinilai menjadi faktor penting. Ketersediaan pangan bergizi yang mudah diakses dan berkelanjutan diperlukan agar program mampu mendukung perbaikan status gizi masyarakat dalam jangka panjang. Forum ilmiah tersebut juga menyoroti pentingnya kesehatan saluran cerna atau gut health.

Para panitia Temu Ilmiah Nasional (TIN) II PERSAGI 2026 saat di Gedung Negara Grahadi sebelum ketemu Gubernur Jawa Timur. (Foto: Humas TIN PERSAGI II 2026)

Dikatakan oleh Taufiq, Perkembangan ilmu gizi menunjukkan bahwa kesehatan sistem pencernaan berperan dalam penyerapan zat gizi, pembentukan sistem imun, hingga menjaga kesehatan metabolisme. Keseimbangan mikrobiota usus bahkan disebut berpengaruh terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan gizi yang cukup kompleks. Kasus stunting, anemia, obesitas, hingga meningkatnya penyakit tidak menular menunjukkan masih perlunya perbaikan pola konsumsi masyarakat. Pola makan tinggi gula, garam, lemak, serta meningkatnya konsumsi makanan ultra-proses dinilai dapat memengaruhi kesehatan metabolik dan keseimbangan mikrobiota usus.

Perubahan gaya hidup juga menjadi perhatian. Rendahnya konsumsi serat, minimnya aktivitas fisik, dan tingginya konsumsi makanan olahan berpotensi mengganggu kesehatan saluran cerna, terutama pada anak dan remaja yang menjadi sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis.

Selain tantangan tersebut, perubahan iklim dinilai ikut memengaruhi ketahanan pangan melalui perubahan produksi dan kualitas bahan pangan. Karena itu, pembangunan sistem pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat di masa mendatang.

PERSAGI menegaskan peran ahli gizi sangat dibutuhkan dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Tidak hanya menyusun menu dan mengawasi mutu makanan, ahli gizi juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan penelitian, serta memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan di bidang pangan dan gizi.

Melalui Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI 2026, organisasi profesi tersebut berharap lahir rekomendasi ilmiah, inovasi program, serta praktik terbaik yang dapat memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan. Dengan demikian, program tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.

"Sesuai hasil audiensi, acara TIN II PERSAGI ini akan dibuka oleh Gubernur Jawa Timur," kata Taufiq.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....