Kadin Jatim Ajak Mitra SPBG Cari Solusi Keberlanjutan Program MBG
- 23 Jun 2026 18:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengumpulkan puluhan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPBG) dari berbagai daerah di Jawa Timur. Forum rembuk bersama itu digelar untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha dan pengelola SPBG untuk menyampaikan aspirasi. Kegiatan itu juga memperkuat komitmen mendukung keberlanjutan program peningkatan gizi anak.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan pihaknya sejak awal mendukung penuh Program MBG. Menurutnya, program itu memiliki manfaat besar bagi masa depan bangsa.
"Kami sejak awal mendukung program ini karena tujuannya sangat baik, yakni meningkatkan gizi anak-anak. Kalau berbicara gizi, tentu berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas generasi masa depan," ujarnya di Sidoarjo, Selasa (23/6/2026).
Adik mengatakan tujuan utama MBG tidak boleh bergeser meski masih ditemukan berbagai kendala pelaksanaan. Program tersebut dinilai sebagai upaya strategis menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Selain meningkatkan gizi anak, MBG dinilai menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Program itu melibatkan petani, peternak, pedagang, koperasi, hingga penyedia jasa distribusi.
"Dengan adanya MBG terjadi perputaran ekonomi di daerah. Ada petani, peternak, pedagang, dan banyak pelaku usaha lain yang ikut terlibat. Dampak ekonominya sangat besar," katanya.
Ia menjelaskan setiap dapur MBG rata-rata mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Selain itu, sedikitnya 15 pemasok bahan baku terlibat dalam rantai pasok setiap dapur.
Dalam forum tersebut, Kadin Jatim mengajak seluruh mitra SPBG menjaga optimisme. Menurut Adik, berbagai tantangan harus disikapi melalui dialog dan pencarian solusi bersama.
"Kami ingin mengajak seluruh pelaku usaha yang menjadi mitra untuk duduk bersama, merembukkan bagaimana menyikapi kondisi yang ada. Soal efisiensi dan penegakan aturan kami tentu setuju, tetapi nasib SPBG juga harus dipikirkan karena sejak awal mereka hadir untuk mendukung pemerintah mewujudkan makan bergizi gratis bagi anak-anak Indonesia," ujarnya.
Ketua Kadin Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin, mengatakan pelaku usaha telah merasakan dampak ekonomi program MBG. Menurutnya, UMKM, pedagang sayur, pemasok buah, hingga peternak ikut memperoleh manfaat.
"Sebagai pelaku dan mitra, kami sudah merasakan dampak positif peningkatan ekonomi. Mulai dari UMKM, pedagang sayur, pedagang buah hingga pelaku usaha lainnya ikut bergerak. Kalau program ini dihentikan, mereka pasti menjadi korban dan kami juga akan menjadi korban," katanya.
Ubaidillah menambahkan terdapat tiga persoalan yang menjadi perhatian pengelola SPBG. Persoalan itu meliputi operasional dapur saat libur sekolah, dapur yang mengalami suspend, dan dapur baru yang bersiap beroperasi.
Sementara itu, pemilik SPBG Surabaya, Yayuk E. Agustin, berharap ada kepastian dan komunikasi yang lebih terbuka bagi para mitra. Ia menegaskan para pengelola SPBG memiliki tujuan yang sama untuk menyukseskan pelayanan makan bergizi bagi anak-anak Indonesia.
"Sejak awal kami diajak untuk menjadi mitra dan berinvestasi karena program ini membutuhkan dukungan banyak pihak. Kami sudah berupaya memberikan yang terbaik bagi anak-anak penerima manfaat. Harapan kami tentu ada kepastian dan komunikasi yang baik agar program ini bisa terus berjalan dan berkembang," ujarnya.
Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, M. Rizal, menegaskan pihaknya akan terus menjembatani aspirasi mitra SPBG kepada pemerintah. Menurutnya, program MBG penting dijaga karena mendukung peningkatan gizi anak sekaligus menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi rakyat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....