Pendidik Surabaya Tekankan Penguatan Keterampilan Lulusan Indonesia
- 23 Jun 2026 08:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,SURABAYA – Pemerintah melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Pada poin keempat, pemerintah menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan sains dan teknologi, serta pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat demi menciptakan generasi unggul.
Menanggapi hal tersebut, sejumlah akademisi dan pendidik di Surabaya menilai kualitas lulusan pendidikan di Indonesia masih perlu terus ditingkatkan agar memiliki daya juang tinggi dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif. Pandangan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Pro1 melalui sambungan telepon pada Senin 22 Juni 2026.
Drs. Dradjat Poespito, dosen LP3I Surabaya, menegaskan bahwa kunci utama menghasilkan lulusan yang kompeten terletak pada kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, pendidikan harus mampu menjawab tantangan zaman melalui proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
"Kurikulum yang sesuai dengan dunia usaha dan dunia industri harus melalui proses pembelajaran yang memadai. Kualitas pengajar serta kualitas sarana prasarana yang akan menghasilkan kualitas kelulusan. Ini semua harus lewat proses pengajaran yang benar," tegas Dradjat.
Pandangan serupa disampaikan oleh dua pendidik dari SMK Negeri 12 Surabaya, yakni Drs. Mulyadi Bayu Wibisana dan Janggan Jatmiko, S.Pd., M.Pd. Keduanya menilai bahwa pendidikan kejuruan tidak cukup hanya mengandalkan teori di dalam kelas, tetapi harus memberikan kesempatan praktik secara langsung kepada peserta didik.
"Implementasinya ya praktik di dunia usaha dan industri, sehingga menghasilkan kelulusan yang siap pakai. Lulus langsung bekerja," ungkap keduanya serentak. Menurut mereka, pengalaman nyata di lingkungan kerja akan membentuk keterampilan dan etos kerja yang dibutuhkan oleh dunia industri.
Sementara itu, Dr. Wijayadi, dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, menyoroti persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan dalam sistem pendidikan nasional. Ia melihat masih adanya kesenjangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta yang berdampak terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan.
"Problematik pendidikan itu masih ada kesenjangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Tentang sarana prasarana, tentang kesejahteraan para guru, dan lainnya lagi. Ini terkadang ada perbedaan keterampilan kelulusan," jelas Wijayadi. Ia menambahkan, "Latihan-latihan dan pembinaan bagi siswa sangat penting. Ini akan membuat pengalaman. Kemudian hasilnya harus dievaluasi. Semuanya merupakan hasil belajar atau learning outcome."
Para akademisi sepakat bahwa mewujudkan poin keempat Asta Cita tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah perlu memastikan pemerataan fasilitas pendidikan serta kesejahteraan tenaga pendidik, sementara sekolah harus terus memperbarui metode pembelajaran agar selaras dengan perkembangan zaman. Dengan kolaborasi yang kuat, harapan menghadirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, terampil, dan mampu bersaing di kancah global diyakini dapat terwujud secara nyata demi kemajuan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....