Mempersiapkan Anak Sambut Ramadan

  • 18 Feb 2026 17:03 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam diajak untuk mempersiapkan diri, termasuk dalam membimbing anak-anak belajar berpuasa. Hal tersebut disampaikan Ustaz Kholil, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gunung Anyar, Kementerian Agama Kota Surabaya, dalam siaran program Cahaya Pagi di RRI Surabaya 96,8 FM Pro 4, Selasa, 17 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Kholil mengungkapkan rasa syukur karena umat Islam segera kedatangan tamu agung yakni bulan Ramadan. “Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu agung, bulan Ramadan. Tentunya tidak akan kita sia-siakan begitu saja,” ujarnya.

Ia menegaskan, persiapan menyambut Ramadan tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua secara pribadi, tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak usia dini. Menurutnya, usia 3 hingga 7 tahun merupakan momen penting untuk mengenalkan nilai-nilai ibadah puasa sebagai proses pembelajaran.

“Kewajiban puasa memang berlaku ketika seseorang sudah baligh. Namun sebelum itu, anak-anak perlu dikenalkan dan dilatih sebagai bagian dari pendidikan,” kata Ustadz Kholil.

Ia menambahkan, pembiasaan sejak dini akan membuat anak lebih siap saat kewajiban puasa benar-benar berlaku atas dirinya. Ustaz Kholil mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa bagi orang-orang beriman. “Puasa ini telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum kita agar kita menjadi orang yang bertakwa,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa nilai ketakwaan inilah yang perlu ditanamkan sejak kecil. Lebih lanjut, ia menceritakan teladan para sahabat Nabi Muhammad SAW yang membiasakan anak-anak mereka berpuasa. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, para sahabat mengajak anak-anak berpuasa dan mengalihkan perhatian mereka dengan mainan agar kuat hingga waktu berbuka.

“Para sahabat tidak hanya berpuasa sendiri, tetapi juga mengajak anak-anak mereka. Ketika anak merasa lapar, mereka dialihkan dengan permainan hingga waktu magrib tiba,” ujarnya.

Menurutnya, metode ini menunjukkan bahwa pembiasaan dilakukan secara bijak dan penuh kasih sayang. Ia pun memberikan sejumlah panduan praktis bagi orang tua dalam melatih anak berpuasa. Di antaranya adalah melatih secara bertahap, membangunkan sahur dengan cara menyenangkan, serta memberikan motivasi dan penghargaan.

“Tidak harus langsung sehari penuh. Bisa dimulai setengah hari, lalu ditingkatkan sesuai kemampuan anak,” ujarnya.

Selain itu, orang tua juga diminta menjaga asupan sahur anak, menciptakan aktivitas positif di siang hari, serta memberi teladan dalam menjaga sikap dan memperbanyak ibadah. “Anak-anak belajar dari contoh. Kalau orang tuanya semangat membaca Al-Qur’an dan menjaga lisan, anak akan meniru,” katanya.

Di akhir siaran, Ustaz Kholil menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi membentuk karakter anak agar lebih disiplin dan mampu mengendalikan diri, termasuk dari pengaruh gawai. “Dengan puasa, kita bisa mengontrol perkembangan anak sesuai ajaran Rasulullah SAW. Insya Allah, jika dibiasakan sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan bertakwa,” ucapnya.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....