Bekal Ruhani menuju Ramadan Berkualitas
- 13 Feb 2026 18:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Muslim mulai melakukan berbagai persiapan. Namun persiapan tersebut diingatkan tidak berhenti pada aspek fisik semata, melainkan harus menitikberatkan pada kesiapan ruhani agar ibadah puasa lebih bermakna. Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, Ustazah Haniah, mengatakan menyambut Ramadhan perlu diawali dengan kelapangan hati, sebagaimana makna ucapan Marhaban ya Ramadhan.
“Marhaban berarti luas dan lapang. Jadi kita menyambut Ramadhan dengan hati terbuka, siap memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah,” ujarnya saat memberikan tausiyah dalam Program Mutiara Pagi Berjaringan RRI Korwil X di Pro1 RRI Surabaya, Jumat, 13 Februari 2026.
| Baca juga: DPR RI Perkuat Sosialisasi Program MBG |
Ia menegaskan, esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 disebutkan bahwa tujuan puasa adalah membentuk pribadi bertakwa. “Kalau hanya menahan makan dan minum, semua orang bisa. Tapi puasa yang sesungguhnya adalah yang melahirkan ketakwaan,” katanya.
Keutamaan Ramadhan juga dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa ketika Ramadhan tiba pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Momentum ini menjadi kesempatan besar memperbanyak amal saleh.
Menurut Ustazah Haniah, kualitas Ramadhan dapat dibangun melalui tujuh amalan utama. Pertama, memperbanyak membaca Al-Qur’an, sejalan dengan Al-Baqarah ayat 185 tentang Ramadhan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. “Interaksi dengan Al-Qur’an harus ditingkatkan, karena dari situlah petunjuk hidup kita dikuatkan,” katanya.
Kedua, memperbanyak sholat sunnah. Ketiga, memperbanyak istighfar dan taubat sebagaimana perintah bersegera menuju ampunan Allah dalam Ali Imran ayat 133. “Ramadhan adalah bulan ampunan. Maka jangan disia-siakan tanpa memperbanyak istighfar,” imbuhnya.
Keempat, meningkatkan sedekah, meneladani Rasulullah SAW yang paling dermawan terlebih saat Ramadhan. Kelima, memperbanyak dzikir. Keenam, memperbanyak doa, terutama menjelang berbuka. Ketujuh, melaksanakan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir. “Kalau tujuh bekal ini dipersiapkan, maka Ramadhan kita insyaAllah lebih berkualitas, tidak sekadar rutinitas tahunan,” tuturnya.
Melalui persiapan ruhani tersebut, umat Muslim diharapkan mampu memaksimalkan ibadah serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan iman, takwa, dan kepedulian sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....