Akselerasi Asta Cita, Jatim Deklarasi Bersih Narkoba

  • 13 Feb 2026 12:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Akselerasi Asta Cita Presiden RI, Jawa Timur deklarasi Bersih Barkoba (Bersinar). Deklarasi diikuti seluruh elemen masyarakat, di Balai Pemuda Surabaya, Jumat 13 Februari 2026.

Sebagaimana Asta Cita ke enam, yakni membangun dari desa. Bersinar kali ini, menyasar komunitas desa dan kelurahan, mengingat peredaran narkoba, kini juga merambah pelosok desa.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, deklarasi ini mengajak agar desa desa terus bergerak menjadi desa bersinar, desa bersih narkoba. Bahkan, dikawal langsung oleh Kementerian Desa.

"Oleh karena itu kekuatan Pak Mendes ini menjadi penting untuk terus bisa membentuk, mengawal, dan terus bisa menjadikan desa-desa di Indonesia, terutama Jawa Timur ini bersih narkoba," katanya.

Bahkan, dari Badan Narkotika Nasional (BNN), turut memberikan edukasi berbagai macam jenis dan juga bahaya narkoba. Yang dapat mengganggu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Betapa kita diberi pengayaan, pencerahan oleh BNN (tentang) metamorfosis ya. Metamorfosis dari berbagai bentuk narkoba yang bisa menimbulkan adiksi, dan tentu akan sangat mengganggu kapasitas dan kualitas SDM kita," ucapnya.

Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom mengapresiasi langkah Jatim, turut mewujudkan lingkungan masyarakat yang bersih dari narkoba. Menurutnya, kontribusi Gubernur Khofifah sangat nyata dalam mewujudkannya.

"Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur yang selama ini telah berkontribusi secara nyata dengan dibentuknya desa-desa Bersinar," katanya.

Berbagai kegiatan dilakukan, mulai pencegahan, pemberantasan secara bersama-sama, serta rehabilitasi di desa-desa. Bilamana ada masyarakat yang terpapar, dapat segera ditangani, serta upaya pemberdayaan masyarakat.

"Dengan mengedepankan upaya vokasional, melatih masyarakat kita, terutama para mantan-mantan pengguna, sehingga lebih kreatif, lebih produktif, bisa kembali lagi untuk berpenghasilan dan bekerja," katanya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, menegaskan perlu kolaborasi dalam pemberantasan narkoba. Dimana peredarannya merambah hingga pelosok desa.

"Bahwa narkoba ini sungguh luar biasa merusak negeri ini, oleh karena itu perlu kolaborasi, karena Jawa Timur adalah jumlah desa terbesar di Indonesia," ujarnya.

Jumlah desa dan kelurahan di Jatim 8.494 desa/kelurahan. Melalui deklarasi ini, Menteri Yandri optimis, Jatim akan terbebas dari narkoba, demi terwujudnya Gerbang Baru Nusantara.

"Kalau desa-desa di Jawa Timur bebas dari narkoba, artinya Insya Allah Jawa Timur juga akan bebas dari narkoba," katanya.

Mendes mengapresiasi Gubernur Jatim Khofifah, seluruh Kepala Desa, serta dukungan BNN dalam mewujudkan Jatim Bersinar. Ia mengajak partisipasi aktif masyarakat, bila menemukan penyalahgunaan narkoba.

"Ini bukan hanya sekedar deklarasi, tapi ayo pasang mata dan telinga kita, jangan takut untuk melapor, jangan takut untuk melawan para bandar yang istilah saya itu licik dan kurang ajar," ujarnya.

Bahkan Mendes optimis, Jatim akan menjadi role model atau percontohan nasional, sebagai Provinsi Bebas Narkoba. "Jadi selamat buat Jawa Timur. Insya Allah deklarasi ini akan menjadi ruh perjuangan pemerantasan narkoba di Jawa Timur," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....