BNN dan Kemendikdasmen Luncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba
- 12 Feb 2026 21:48 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, Kamis 12 Februari 2026.
Peluncuran tersebut merupakan bagian dari penguatan Aksi Nasional Anti Narkotika “Anak Bersih Narkoba” (ANANDA BERSINAR) melalui pendekatan strategis di sektor pendidikan. Sebanyak 650 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, hingga pemangku kepentingan menghadiri kegiatan tersebut.
Berbeda dari kebijakan kurikulum pada umumnya, IKAN tidak menambah mata pelajaran baru. Materi anti narkoba diintegrasikan secara sistematis ke dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pesan pencegahan secara kontekstual tanpa membebani struktur kurikulum yang sudah ada.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa peluncuran IKAN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret dalam membangun ketahanan generasi bangsa.
“Ini bukan hanya seremonial biasa, tetapi sebagai bentuk manifestasi kerja kolektif kita semua bahwa negara telah membangun benteng intelektual dan moral bagi generasi penerus bangsa,” tegas Suyudi.
Menurutnya, integrasi kurikulum anti narkoba merupakan strategi penting dalam membentuk kesadaran, sikap, dan daya tangkal generasi muda terhadap penyalahgunaan narkotika.
"Pencegahan sejak usia dini adalah fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter," tuturnya.
Sementara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menyampaikan harapannya agar program tersebut mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berintegritas.
“Program ini kami harapkan dapat membangun generasi yang kuat dengan menciptakan lingkungan sekolah dan budaya hidup yang sehat,” ujarnya.
Melalui IKAN, ruang kelas diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang penanaman nilai, karakter, dan ketahanan diri.
"Upaya memerangi narkoba bukan semata tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab kolektif yang dimulai dari lingkungan pendidikan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....