Akademisi Dorong Nuklir Perkuat Swasembada Energi Nasional

  • 02 Feb 2026 01:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Akademisi Surabaya mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada energi nasional berbasis nuklir berkelanjutan. Dukungan disampaikan pada diskusi "Sasembada Energi di Era Prabowo: Antara Agenda Strategis dan Tantangan Implementasi", Minggu 1 Februari 2026.

Peneliti ITS Ary Bachtiar menilai pembangkit nuklir unggul dari densitas energi yang sangat tinggi. “Dengan bahan bakar kecil, listrik besar dan stabil dapat dihasilkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan nuklir termasuk energi bersih tanpa emisi karbon, secara operasional menjadi pembangkitan nasional modern. “Prosesnya hanya menghasilkan panas untuk memutar turbin pembangkit,” katanya.

Tantangan utama pengembangan nuklir terletak pada lokasi infrastruktur dan integrasi industri nasional. “Isu bahaya sering muncul meski teknologi kini jauh lebih aman,” tegasnya.

Ekonom Unesa Hendry Cahyono menilai nuklir membantu fiskal dan stabilitas ekonomi nasional jangka. “Ketergantungan impor energi membebani anggaran dan neraca perdagangan,” ujarnya.

Menurutnya energi murah menghasilkan listrik terjangkau berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas nasional. “Jika listrik murah, masyarakat merasakan manfaat ekonomi secara nyata,” katanya.

Hendry optimistis nuklir mendorong elektrifikasi penuh terutama wilayah timur Indonesia nasional terpencil tertinggal. “Kapasitas berlebih membuka peluang ekspor listrik kawasan regional,” ungkapnya.

Peneliti kebijakan publik Unesa Ahmad Nizar Hilmi menilai koordinasi kebijakan penting menuju kemandirian energi nasional terpadu. “Penyatuan perencanaan dan eksekusi meningkatkan efektivitas kebijakan,” ujarnya.

Ia mengingatkan efektivitas bergantung tata kelola transparansi proyek energi besar nasional bernilai investasi. “Publik perlu tahu aktor industri dan penyedia teknologi,” katanya.

Pembahasan nuklir dinilai relevan mendukung transisi energi rendah karbon nasional dalam jangka panjang. Indonesia memiliki cadangan uranium Kalimantan Barat sebagai sumber potensial pembangkit listrik nuklir nasional.

Keamanan proyek ditekankan melalui mitigasi struktural pengawasan dan standar ketat nasional internasional berlapis. “Edukasi publik penting mengurangi ketakutan terhadap nuklir,” ujarnya.

Dukungan akademisi menegaskan nuklir sebagai opsi strategis swasembada energi nasional yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Keberhasilannya membutuhkan perencanaan matang, transparansi publik, dan implementasi konsisten nasional lintas sektor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....