Mentri UMKM: Program Naik Kelas-GrabAcademy Perkuat Posisi UMKM
- 14 Jan 2026 16:36 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem UMKM dan mitra, salah satunya melalui Program Naik Kelas-GrabAcademy yang menjadi jembatan bagi para mitra agar bisa tumbuh. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai, profesi pengemudi transportasi daring memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional. Menurutnya, negara berkepentingan menjaga ekosistem transportasi daring tetap sehat dan berkelanjutan.
“Ojek online bukan lagi profesi pinggiran. Jutaan masyarakat menggantungkan penghidupan dari sektor ini, baik sebagai pekerjaan utama maupun tambahan,” kata Maman.
Ia juga mendorong agar para Mitra Pengemudi dapat meningkatkan kapasitas ekonomi dengan mengembangkan usaha mikro dan kecil. Menurutnya, program peningkatan keterampilan dapat menjadi jembatan bagi mitra untuk naik kelas dan lebih mandiri secara ekonomi.
Sementara itu, Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung Mitra Pengemudi. “Langkah ini dirancang dengan tetap menjaga keberlanjutan model kemitraan yang telah berjalan,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya kepada RRI.CO.ID, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Grab sebelumnya juga telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendorong kepesertaan program jaminan sosial bagi Mitra Pengemudi melalui kemudahan pendaftaran dan pembayaran iuran melalui aplikasi. Salah satu Mitra Pengemudi, Yodhi M. Ahyad, yang kini mengembangkan usaha kuliner, menyampaikan bahwa dukungan ekosistem digital membantunya bertahan dan berkembang, khususnya pada masa pandemi. Ia berharap program peningkatan kapasitas dapat terus diperluas agar lebih banyak mitra memiliki peluang ekonomi jangka panjang.
Perusahaan transportasi daring Grab meluncurkan inisiatif “Grab untuk Indonesia” dengan komitmen dukungan senilai Rp100 miliar bagi Mitra Pengemudi. Program ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong peningkatan kapasitas mitra di tengah pertumbuhan ekonomi digital.
Program “Grab untuk Indonesia” dijalankan melalui tiga tahap. Tahap pertama difokuskan pada perlindungan sosial melalui fasilitasi pembayaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan bagi Mitra Pengemudi tertentu. Perlindungan ini diberikan tanpa mengubah skema kemitraan yang berlaku.
Tahap kedua berupa pemberian Bonus Hari Raya bagi Mitra Pengemudi berprestasi. Grab menegaskan bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi tambahan dan tidak dimaknai sebagai tunjangan rutin maupun kebijakan upah.
Sementara tahap ketiga diarahkan pada peningkatan kapasitas melalui program GrabAcademy. Program ini membuka peluang bagi Mitra Pengemudi untuk mengembangkan keterampilan dan merintis usaha, termasuk beralih menjadi Mitra Merchant. Grab mencatat ribuan mitra telah mengikuti program peningkatan kapasitas tersebut.
Peluncuran program ditandai dengan penyerahan simbolis dukungan perlindungan sosial di Jakarta, Selasa 13 Januari 2026, yang dihadiri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Eko Nugriyanto, serta jajaran manajemen Grab Indonesia.
Dida Gardera mengatakan, pemerintah terus mendorong perluasan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal, termasuk mereka yang berada dalam ekosistem ekonomi digital. Menurutnya, inisiatif yang melibatkan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dapat memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja informal.
“Konsep dukungan bertahap yang dilakukan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas jaminan sosial, khususnya bagi pekerja di sektor informal,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....