PLN Memastikan Kesiapan Infrastruktur Kendaraan Listrik untuk Mudik
- 12 Mar 2026 13:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – PT PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026. Melalui penambahan dan penguatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), PLN menargetkan perjalanan pemudik pengguna mobil listrik berlangsung aman dan nyaman.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, saat meninjau SPKLU Centre Ngagel di Surabaya, Kamis, 12 Maret 2026, menyampaikan bahwa PLN telah menyiapkan infrastruktur pengisian daya guna melayani pengguna mobil listrik selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
“Saat ini diperkirakan ada lebih dari 23 ribu pemudik yang menggunakan mobil listrik dari total 208 ribu lebih mobil listrik di Indonesia. Kami memastikan kesiapan SPKLU untuk menyambut lonjakan tersebut,” ujarnya.
Secara nasional, PLN telah menyediakan sekitar 4.700 unit SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia. Khusus periode RAFI 2026, sebanyak 1.680 unit SPKLU disiagakan di jalur mudik utama. Selain itu, PLN juga menyiapkan 16 titik SPKLU mobile untuk mengantisipasi kondisi darurat atau kebutuhan pengisian daya di lokasi tertentu.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menambahkan bahwa di wilayah Jawa Timur terdapat lima SPKLU Centre dan 297 unit SPKLU yang menjadi titik andalan pengisian daya. Dari Januari hingga Februari 2026 tercatat total transaksi di 297 unit SPKLU di 158 lokasi mencapai 36.322 atau 266,56% dari periode yang sama tahun 2025. Adapun jumlah kWh mencapai 912.318 atau naik 274,24 % dibandingkan tahun lalu.
“Transaksi di lima SPKLU Centre Jawa Timur pada Januari hingga Februari 2026 meningkat 277 persen, sejalan dengan kenaikan konsumsi kilowatt hour (kWh). Ini menunjukkan tren penggunaan kendaraan listrik yang terus tumbuh,” katanya.
Kesiapan infrastruktur ini mendapat respons positif dari pengguna mobil listrik. Salah seorang pemudik, Wahyu, menuturkan bahwa mudik dengan mobil listrik memerlukan perencanaan matang, terutama terkait lokasi pengisian daya.
“Tidak hanya kondisi kendaraan dan fisik pengemudi, lokasi pengisian daya menjadi faktor penting. Terutama bagi yang mudik ke daerah pedesaan, keberadaan SPKLU sangat membantu agar perjalanan lancar tanpa khawatir kehabisan baterai,” ujarnya.
Ia berharap dengan semakin banyaknya SPKLU yang tersedia, penggunaan mobil listrik untuk mudik semakin feasible. Pemudik dapat menyesuaikan titik pengisian dengan jarak tempuh perjalanan.
Dengan kesiapan infrastruktur dan dukungan layanan yang optimal, PLN optimistis arus mudik Lebaran 2026 bagi pengguna kendaraan listrik dapat berlangsung aman, lancar, dan bebas stres.