Pertamina dan Komisi XII DPR RI Pastikan Satgas RAFI 2026 Layani Kebutuhan Energi
- 12 Mar 2026 11:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan kesiapan pasokan energi selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah melalui pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) yang berlangsung pada 9 Maret hingga 1 April 2026. Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur, Meitri Citra Wardani, mengapresiasi kesiapan Pertamina dan PLN dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi.
“Strategi yang telah ditetapkan semoga dapat menjaga kestabilan energi dengan memastikan pasokan tetap aman dan tidak lalai,” ujarnya, dalam rilis yang diterima redaksi pada Kamis, 12 Maret 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan proyeksi peningkatan konsumsi energi selama periode Satgas. Konsumsi Gasoline diperkirakan naik 11,9 persen dari rata-rata normal 18.430 kiloliter (KL) per hari. Sebaliknya, konsumsi Gasoil diproyeksikan turun 9,8 persen dari normal 8.805 KL per hari, seiring berkurangnya aktivitas industri.
Untuk sektor rumah tangga, konsumsi minyak tanah diprediksi meningkat 7,3 persen dari normal 375 KL per hari, sementara LPG naik 3,5 persen dari rata-rata 6.567 metrik ton (MT) per hari. "Pertamina juga memetakan empat fase puncak mobilitas, yakni arus mudik pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, serta arus balik pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026." ujarnya.
Selain BBM dan LPG, pasokan Avtur untuk 15 bandara di wilayah Jatimbalinus dipastikan dalam kondisi aman. Meski demikian, konsumsi Avtur diprediksi turun 6,1 persen dari rerata normal 3.316 KL per hari, antara lain karena tidak adanya penerbangan komersial saat Hari Raya Nyepi di Bandara Ngurah Rai serta pembatalan sejumlah rute Timur Tengah.
Dalam mendukung kelancaran distribusi, Pertamina mengoptimalkan 1.482 SPBU, 900 Pertashop, dan 1.296 agen LPG. Disiagakan pula 644 SPBU Siaga 24 jam dan 1.040 Agen LPG Siaga.
Selain itu, tersedia 9 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, 36 unit Motorist/PDS, 17 mobil tangki siaga, serta 3 Serambi MyPertamina di rest area dan pusat keramaian yang dilengkapi fasilitas pendukung bagi pemudik. Pengawasan suplai dilakukan melalui sistem monitoring real-time di command center Satgas untuk memastikan respons cepat jika terjadi lonjakan permintaan.
“Kami memastikan pasokan dan distribusi energi tetap terjaga. Masyarakat kami imbau mengisi BBM sebelum memasuki jalur padat dan memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk informasi layanan dan promo,” kata Ahad.