BBPJN Targetkan Jalan Nasional Jatim Bebas Lubang saat Mudik
- 11 Mar 2026 20:27 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali menargetkan seluruh lubang pada ruas jalan nasional di Jawa Timur dapat tertutup sebelum arus mudik lebaran. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kesiapan jalur mudik Lebaran agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto mengatakan saat ini masih terdapat sekitar 550 lubang di ruas jalan nasional yang tengah dikejar perbaikannya. Perbaikan ditargetkan rampung dalam dua hari ke depan.
“Lubang kita sampai sekarang masih ada sekitar 550 lubang yang akan kami kejar dua hari ini. Jadi nanti di hari Selasa target kami sudah tertutup semuanya,” kata Javid dalam keterangan yang diterima, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan total panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai sekitar 2.261 kilometer, ditambah sekitar 400 kilometer jalan tol. Sementara di Bali terdapat sekitar 580 kilometer jalan nasional serta sekitar 10 kilometer jalan tol.
Selain menutup lubang, BBPJN juga melakukan perbaikan marka jalan serta pengerukan atau pengaspalan ulang pada sejumlah ruas yang bergelombang. Upaya ini ditujukan agar kondisi jalan siap digunakan pemudik paling lambat pada H-10 Lebaran.
“Mudah-mudahan cuaca mendukung dan harapan kami nanti pada H-10 semua jalan baik itu jalan nasional maupun jalan tol dalam kondisi siap dipakai untuk lalu lintas para pemudik,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, BBPJN juga menyiapkan 27 posko di Jawa Timur dan delapan posko di Bali. Posko tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Selasa (10/3).
Di setiap posko, petugas akan menyiagakan peralatan Disaster Relief Unit (DRU) guna mengantisipasi potensi bencana di jalur nasional, seperti longsor maupun banjir.
Javid menambahkan pihaknya juga membentuk posko gabungan di sejumlah titik rawan banjir bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, BBWS Brantas, serta BBWS Penida di Bali.
Selain itu, koordinasi mitigasi bencana juga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur dan Bali.
Dalam mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga akan mengoperasikan secara fungsional ruas tol Probolinggo–Banyuwangi atau Prosiwangi sepanjang 50 kilometer mulai 14 hingga 28 Maret 2026 tanpa tarif.
Segmen Gending hingga Besuki sepanjang sekitar 25 kilometer akan dibuka selama 24 jam. Sementara segmen Paiton hingga Besuki hanya dapat dilalui kendaraan kecil pada pukul 06.00 hingga 16.00 WIB karena fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) belum sepenuhnya terpasang dan masih menunggu Sertifikat Laik Operasi (SLO).