Strategi Khofifah Hadapi 24,9 Juta Pemudik ke Jatim
- 09 Mar 2026 20:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan sejumlah strategi menghadapi lonjakan pemudik yang diperkirakan masuk ke Jawa Timur saat Lebaran 2026. Pemerintah provinsi memproyeksikan sekitar 24,9 juta orang atau 17,3 persen pemudik nasional akan menuju Jatim.
Khofifah mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat setiap Idulfitri tidak hanya berkaitan dengan mudik, tetapi juga silaturahmi dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Kita memproyeksikan sebanyak 24,90 juta orang atau sekitar 17,3 persen pemudik nasional akan masuk ke wilayah Jawa Timur,” kata Khofifah saat rapat koordinasi Operasi Ketupat Semeru 2026.
Ia menjelaskan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 27 Maret 2026.
“Kita harus memastikan seluruh persiapan berjalan baik agar masyarakat dapat mudik dengan aman, lancar, dan nyaman,” ujarnya.
Pemprov Jatim juga memproyeksikan jumlah penumpang angkutan umum selama masa Lebaran mencapai 7,7 juta orang atau meningkat 5,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah tersebut mencakup moda kereta api, bus, penyeberangan, hingga angkutan udara dan laut,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran mudik, pemerintah menyiapkan ribuan armada transportasi, mulai dari 6.637 bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat, 55 kapal laut, hingga 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan posko angkutan Lebaran serta pengamanan di sejumlah titik jalur mudik dan destinasi wisata.
“Rapat koordinasi ini penting untuk menyatukan langkah seluruh instansi dan mengidentifikasi potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik,” ujar Khofifah