Dishub Jatim Siapkan Angkutan Mudik 2026

  • 05 Mar 2026 15:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan memastikan kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Ainur Rofiq, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman. “Menjelang angkutan Lebaran 2026 kami sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari kesiapan armada, pemantauan kondisi infrastruktur hingga pengawasan di lapangan, agar masyarakat Jawa Timur bisa mudik dengan aman dan nyaman,” kata Rofiq dalam dialog Aspirasi di Pro1 RRI Surabaya, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, mobilitas masyarakat selama periode Lebaran di Jawa Timur diperkirakan mencapai sekitar 15,61 juta orang. Angka tersebut mencakup seluruh pergerakan masyarakat, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun moda transportasi umum.

Dari jumlah tersebut, sekitar 7,7 juta orang diprediksi menggunakan angkutan umum, yang terdiri dari berbagai moda transportasi.

“Dari total mobilitas masyarakat itu, sebagian menggunakan angkutan umum. Perkiraannya sekitar 7,7 juta penumpang yang tersebar di berbagai moda transportasi selama masa angkutan Lebaran,” ujarnya.

Secara rinci, penumpang kereta api diperkirakan mencapai sekitar 2,92 juta orang, disusul angkutan bus sekitar 2,67 juta orang, penyeberangan 1,23 juta orang, transportasi udara sekitar 756 ribu orang, serta angkutan laut sekitar 150 ribu orang.

Selain tingginya mobilitas masyarakat, Jawa Timur juga menjadi salah satu tujuan utama arus mudik nasional, bahkan tercatat sebagai provinsi tujuan perjalanan terbesar kedua setelah Jawa Tengah.

Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan tersebut, Dinas Perhubungan Jawa Timur menyiapkan posko angkutan Lebaran selama 19 hari, mulai 13 hingga 31 Maret 2026, yang terdiri dari posko induk dan posko pendukung yang melibatkan Unit Pelaksana Teknis di berbagai wilayah.

“Posko ini kami siapkan untuk memantau kondisi lalu lintas, pelayanan transportasi, serta mempercepat penanganan jika terjadi kendala selama masa mudik maupun arus balik,” kata Rofiq.

Selain itu, Dishub Jawa Timur juga melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan terhadap armada angkutan umum yang akan beroperasi selama masa mudik. Pemeriksaan ini mencakup kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan pengemudi.

“Ramp check kami lakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan. Tidak hanya armadanya, tetapi juga kondisi pengemudi turut diperiksa agar perjalanan masyarakat tetap aman,” ujarnya.

Pemeriksaan terhadap pengemudi dilakukan untuk memastikan sopir dalam kondisi sehat serta memenuhi standar keselamatan berkendara. Langkah ini dinilai penting guna meminimalkan risiko kecelakaan selama periode angkutan Lebaran.

Dishub Jawa Timur juga memetakan sejumlah potensi persoalan selama masa angkutan Lebaran, seperti lonjakan penumpang, ketersediaan armada, kondisi infrastruktur jalan, kemacetan lalu lintas, hingga potensi cuaca buruk dan bencana.

Beberapa titik rawan kemacetan juga menjadi perhatian, salah satunya kawasan Mengkreng di Kabupaten Kediri, yang kerap menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari berbagai daerah.

Ainur Rofiq mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan mudik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada di perjalanan, mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman hingga tujuan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita