Gemilang! Nogogeni ITS Sabet Dua Gelar Juara 1 di KMHE 2026
- 06 Okt 2026 11:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tim Nogogeni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukir prestasi gemilang. Ketika bendera finis dikibarkan di sirkuit Universitas Jember, seluruh anggota tim tak kuasa menahan haru atas hasil kerja keras mereka. Dua mobil yang diturunkan sukses menyabet Juara 1 untuk kategori Urban Listrik dan Urban Etanol pada
Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026.
Capaian ini sekaligus mempertahankan dua gelar juara yang pernah diraih Tim Nogogeni ITS pada KMHE 2025. Kompetisi nasional yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek ini berlangsung di Universitas Jember pada 1–4 Oktober 2026 dan diikuti oleh 64 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam ajang ini, Nogogeni ITS menerjunkan dua mobil andalan terbarunya. Kendaraan tersebut adalah Nogogeni XI EVO (Nela) di kategori Urban Listrik dan Nogogeni IX (Bela) di kategori Urban Etanol.
Performa kedua mobil tersebut tampil sangat mengagumkan di lintasan. Nela mencatatkan efisiensi terbaik 275.57 km/kWh Sementara itu, Bela berhasil menorehkan angka 594.44 km/liter, yang mana capaian tersebut meningkat 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
General Manager Tim Nogogeni ITS, Hafiz Diandra Pratama, mengungkapkan rasa bangga dan leganya atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa meraih dua Juara 1 memang menjadi target utama tim sejak awal.
"Rasanya campur aduk, senang, lega, dan bangga. Dua mobil, dua Juara 1 memang target
kami sejak awal, tapi tidak pernah kami anggap mudah. Ini hasil kerja keras seluruh anggota
tim," ungkap Hafiz saat diwawancara di Surabaya, Senin, 5 Oktober 2026.
Persiapan intensif telah dilakukan sejak November 2025 dengan fokus pada efisiensi, pengurangan bobot, dan optimalisasi sistem penggerak. Pada mobil Nela, tim mengembangkan mikrokontroler presisi untuk motor BLDC serta menekan bobot rangka hingga 72 kilogram.
Sementara pada Bela, pembaruan drivetrain dan konstruksi mesin yang merupakan upaya meningkatkan performa sekaligus efisiensi kendaraan, serta berhasil memangkas bobot menjadi 86 kilogram.
Sebelum bertanding di Jember, kedua kendaraan ini sempat menjalani serangkaian uji coba ketat di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan kendaraan dalam menghadapi berbagai situasi lomba.
Pengemudi Nogogeni XI EVO, Jeremi Mantovanio Sibarani, menceritakan besarnya tekanan selama mengemudi di sirkuit. Menurutnya, kesalahan kecil saja bisa berdampak pada tingkat efisiensi energi kendaraan. "Di lomba hemat energi, satu kesalahan kecil, seperti pengereman yang terlalu dalam, bisa langsung memengaruhi hasil. Kami harus tenang dan disiplin menjaga strategi dari awal sampai akhir," tuturnya.
Perjalanan tim menuju podium juara pun tidak lepas dari rintangan. Mereka harus cepat beradaptasi dengan perubahan regulasi yang mendadak serta menghadapi cuaca ekstrem berupa hujan deras di kawasan Universitas Jember.
Ajang KMHE 2026 sendiri dilaksanakan melalui tiga tahapan seleksi. Tahapan tersebut meliputi seleksi laporan desain kendaraan, inspeksi teknis dan keselamatan, hingga uji efisiensi akhir di sirkuit. Pemenang ditentukan berdasarkan efisiensi energi terbaik, yakni jarak tempuh terjauh dengan konsumsi energi atau bahan bakar paling sedikit.
Kemenangan ini membuktikan konsistensi Nogogeni ITS dalam inovasi kendaraan ramah lingkungan. Keberhasilan mereka juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam hal energi bersih, penanganan perubahan iklim, dan kemitraan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....