Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Borong 69 Penghargaan ENSIA 2026
- 12 Sep 2026 19:20 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus raih 11 Platinum, 18 Gold, 39 Silver, dan 1 Local Hero Inspiratif di ENSIA 2026 oleh SUCOFINDO di The Westin Nusa Dua Bali, 10 September 2026.
- Prestasi dari Fuel Terminal Maumere, Tuban, Sanggaran, Madiun, Malang, IT Surabaya, Tenau, Tanjung Wangi, Ampenan, Bima, AFT Lombok, Juanda, Ngurah Rai, dan Bitumen Plant Gresik.
- Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat dorong dunia usaha tidak hanya patuh regulasi tapi pulihkan lingkungan lewat Gerakan Tobat Ekologis. Pertamina sebut penghargaan jadi motivasi perjalanan keberlanjutan
RRI.CO.ID,Surabaya– Kerja keras dan semangat menghadirkan perubahan berkelanjutan kembali mengantarkan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak 69 penghargaan berhasil diraih dalam ajang Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 yang diselenggarakan oleh PT SUCOFINDO (Persero).
Penghargaan tersebut terdiri atas 11 predikat Platinum, 18 predikat Gold, dan 39 predikat Silver, serta 1 penghargaan Local Hero Inspiratif. Penghargaan diserahkan dalam gelaran ENSIA 2026 yang berlangsung di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis, 10 September 2026.
Puluhan penghargaan yang diraih Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus merupakan kontribusi dari berbagai unit operasi yang secara konsisten menjalankan program inovasi dan keberlanjutan, di antaranya Fuel Terminal Maumere, Fuel Terminal Tuban, Fuel Terminal Sanggaran, Fuel Terminal Madiun, Fuel Terminal Malang, Integrated Terminal Surabaya, Integrated Terminal Tenau, Integrated Terminal Tanjung Wangi, Integrated Terminal Ampenan, Integrated Terminal Bima, Aviation Fuel Terminal Lombok (BIL), Aviation Fuel Terminal Juanda, Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai, serta Bitumen Plant Gresik.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang tumbuh dari berbagai unit operasi Pertamina tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan bisnis, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat dan perubahan positif bagi lingkungan serta masyarakat.

ENSIA merupakan ajang apresiasi terhadap berbagai inovasi dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Memasuki penyelenggaraan keenam pada 2026, ENSIA mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, yang mendorong hadirnya inovasi untuk memperkuat daya saing bisnis sekaligus membangun ketahanan sosial dan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam melampaui sekadar pemenuhan regulasi lingkungan.
“ENSIA 2026 merupakan salah satu bentuk praktik beyond compliance, yaitu upaya dunia usaha untuk tidak berhenti pada pemenuhan regulasi lingkungan. Tahap berikutnya perlu diarahkan pada restorative activity, yaitu tindakan nyata untuk memulihkan lingkungan yang telah mengalami kerusakan,” ujar Moh. Jumhur Hidayat.
Ditekankan juga bahwa upaya menjaga dan memulihkan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan Tobat Ekologis bukan hanya ditujukan kepada perusahaan, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Pemerintah, korporasi, maupun individu memiliki peran dalam memperbaiki perilaku terhadap lingkungan,” lanjutnya.
Sejalan dengan pesan tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa capaian 69 penghargaan tersebut merupakan buah dari konsistensi dan kolaborasi seluruh insan Pertamina dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata.
“Penghargaan ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan representasi dari kerja keras dan semangat seluruh insan Pertamina dalam menghadirkan perubahan. Setiap inovasi lahir dari kepedulian, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat. Kami bangga karena inovasi yang dilakukan di berbagai unit operasi dapat memberikan manfaat sekaligus mendapatkan apresiasi di tingkat nasional,” ujar Ahad.
Penghargaan tersebut menjadi energi baru bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas inovasi dan memperluas dampaknya, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan perjalanan yang harus terus dilakukan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memastikan setiap langkah operasional Pertamina memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan di masa depan,” tambah Ahad.
Berbagai inovasi yang dikompetisikan dalam ENSIA 2026 mencakup perlindungan keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah, efisiensi air, penurunan emisi, efisiensi energi, pengurangan limbah B3, penurunan beban pencemaran non-B3, inovasi sosial, hingga Local Hero Inspiratif.
Keberagaman unit dan inovasi yang berhasil mendapatkan apresiasi tersebut menunjukkan bahwa semangat keberlanjutan telah menjadi bagian dari budaya kerja Pertamina. Dari pesisir hingga perkotaan, dari pengelolaan lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk menjawab tantangan di masing-masing wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....