CNE 2026 Hadirkan Edukasi dan Skrining Migrain Gratis Surabaya

  • 14 Jun 2026 17:39 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dalam rangka menyambut Migraine Awareness Month atau Bulan Peduli Migrain di bulan Juni tahun 2026, Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia atau disingkat PERDOSNI Cabang Surabaya menggelar kegiatan Community Service CNE 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian The 24th Continuing Neurological Education (CNE) 2026 yang diadakan oleh Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan berkolaborasi dengan PT. Anugerah Pharmindo Lestari (APL). Selain itu, dalam kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap migrain dan kesehatan saraf melalui edukasi, skrining, serta pembentukan komunitas pasien migrain nasional.

Mengusung tema besar “From Neuroscience to New Horizons in Neurology”, kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung pada hari Minggu, 14 Juni 2026, pukul 06.00–08.00 WIB di Vasa Hotel Surabaya yang terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya. Dalam kegiatan ini terdapat berbagai rangkaian acara, seperti senam bersama, talkshow, hingga skrinning kesehatan gratis.

Kegiatan diawali dengan senam bersama dan dilanjutkan dengan talkshow interaktif dengan tema Beyond the Headache: Unmasking the Real Impact of Migraine” agar pasien mendapatkan pemahaman yang baik tentang gejala dan penanganan penyakit migrain yang tepat. Kemudian dilanjutkan dengan skrining migrain dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta yang hadir oleh dokter spesialis neurologi sebagai upaya mewujudkan komitmen nyata PERDOSNI terhadap penyakit migrain.

Community Service CNE 2026 menjadi momentum penting dalam pembentukan Kelompok Pasien Migrain Nasional yang pertama di Indonesia. Komunitas ini diresmikan oleh dr. Devi Ariani Sudibyo, Sp.N, Subsp.NN(K) selaku Ketua Kelompok Kerja Nyeri Kepala PP (Pengurus Pusat) PERDOSNI. Langkah tersebut diharapkan menjadi wadah bagi penderita migrain untuk saling berbagi pengalaman, dukungan, serta meningkatkan literasi penyakit migrain secara inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini dr. Devi menyebutkan bahwa migrain bukan sekadar sakit nyeri kepala biasa. Apabila tidak ditangani dengan baik, migrain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, produktivitas, kualitas tidur, hingga kesehatan mental penderitanya. Selain pengobatan saat serangan terjadi, dr. Devi juga menyebutkan bahwa terapi pencegahan migrain juga memiliki peran penting pada pasien dengan serangan yang sering atau memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup. Terapi pencegahan tersebut bertujuan untuk mengurangi frekuensi serangan migrain, menurunkan tingkat keparahan gejala, serta membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....