Prodi PBSI UTM Perluas Asistensi Mengajar Internasional
- 14 Mei 2026 12:45 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- PBSI UTM memperluas Asistensi Mengajar hingga level internasional.
- Tahun 2025, mahasiswa mengajar BIPA di Thailand selama satu bulan.
- Mereka tidak hanya mengajar bahasa Indonesia, tetapi juga mengenalkan budaya Nusantara.
- Mahasiswa mendapat pengalaman lintas budaya dan belajar ASEAN Studies di Walailak University.
- Tahun 2026, program berlanjut ke Thailand dan Malaysia.
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus memperluas program Asistensi Mengajar (Asmen) hingga tingkat internasional. Program ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan meningkatkan pengalaman mengajar mahasiswa secara adaptif dan kompetitif.
Prodi PBSI UTM secara rutin menyelenggarakan Asmen melalui tiga skema, yaitu asistensi mengajar di lembaga pendidikan nasional, magang mandiri di dunia industri, dan asistensi mengajar internasional. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang pendidikan, bahasa, dan budaya.

Pada 2025, mahasiswa PBSI UTM melaksanakan Asmen Internasional di Thailand selama satu bulan. Mereka mendapat kesempatan praktik mengajar di Walailak University dan Ma’had Islam Imaniyah Foundation School dengan fokus pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Materi yang diajarkan meliputi kosakata dasar bahasa Indonesia, pola kalimat sederhana, hingga praktik percakapan kontekstual. Mahasiswa juga mengenalkan budaya Indonesia seperti lagu daerah, tarian tradisional, makanan khas, cerita rakyat, hingga adat istiadat nusantara.
Lingkungan akademik yang kondusif serta dukungan dosen menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Mahasiswa dibekali pengembangan media pembelajaran digital, etika pedagogis, serta penguatan budaya lokal Madura dan Jawa sebelum menjalani Asmen Internasional.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar lintas budaya, tetapi juga wawasan tentang bahasa dan budaya Thailand. Mereka bahkan mengikuti perkuliahan ASEAN Studies di Walailak University yang membahas bahasa Thai serta seni budaya setempat.
Komitmen Prodi PBSI UTM dalam pengembangan kompetensi global mahasiswa terus berlanjut pada 2026. Tahun ini, program Asmen Internasional akan diselenggarakan di dua negara, yakni Thailand dan Malaysia melalui kerja sama dengan Walailak University dan Sanggar KBRI Malaysia.
Ketua Prodi PBSI UTM menegaskan bahwa program tersebut membuka peluang mahasiswa untuk berkarier sebagai pengajar BIPA di berbagai negara. Selain memperkuat kompetensi akademik, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata PBSI UTM dalam membawa bahasa dan budaya Indonesia ke kancah internasional.
Prodi PBSI UTM membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri. Berbagai beasiswa juga tersedia, seperti KIP Kuliah, Beasiswa Bank Indonesia, Tahfidz, hingga bantuan pendidikan dari pemerintah daerah.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi https://pbsi.trunojoyo.ac.id/ atau Instagram @pbsi.fiputm. Calon mahasiswa juga dapat memperoleh informasi melalui TikTok pbsifip dan kanal Youtube PBSIFIP
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....