Awal 2026, BMKG Hanya Temukan Satu Titik Panas

  • 03 Feb 2026 23:01 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Intensitas kemunculan titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menunjukkan tren menurun. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Depati Parbo Kerinci mencatat, sepanjang tahun 2025 lalu terdapat 28 titik panas yang terpantau di dua wilayah tersebut.

Namun kondisi itu berubah pada awal tahun 2026. Prakirawan Cuaca BMKG Depati Parbo Kerinci, Ferita Nadya Putri, menyampaikan bahwa hingga awal Februari 2026, pihaknya hanya mendeteksi satu titik panas, yang berada di Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci.

“Pemantauan kami di awal tahun ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Saat ini hanya satu hotspot yang terpantau di wilayah Gunung Raya,” kata Ferita, Selasa  3 Januari 2026.

Ferita menjelaskan, keberadaan titik panas tidak selalu identik dengan kebakaran hutan dan lahan berskala besar. Aktivitas masyarakat seperti pembakaran jerami padi pascapanen maupun pembakaran sampah juga dapat terdeteksi oleh sistem pemantauan satelit dan tercatat sebagai hotspot.

Ia menambahkan, memasuki musim penghujan, potensi munculnya titik panas cenderung menurun. Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat berdampak buruk terhadap lingkungan serta meningkatkan risiko kebakaran.

BMKG Depati Parbo Kerinci menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara rutin dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya kebakaran lahan di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....