Pemkab Merangin Usulkan Program Keramba Ikan Bagi SAD
- 30 Jan 2026 12:04 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Bupati Merangin, M. Syukur, mengusulkan program pemberdayaan bagi warga Suku Anak Dalam (SAD) kepada Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT). Usulan ini disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan kunjungan kerja Kemensos di Rumah Dinas Bupati, Senin 26 Januari 2026, bersama Direktur PKAT, I Ketut Supena.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati M. Syukur meminta agar 15 Tumenggung SAD difasilitasi program budidaya ikan dengan sistem keramba di kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas. Program ini dimaksudkan sebagai alternatif ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menarik warga SAD keluar dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).
“Baru-baru ini, warga SAD dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjadi penjaga keamanan di lokasi PETI. Melalui pendekatan persuasif, saya berhasil meminta mereka meninggalkan aktivitas ilegal tersebut. Sekarang, PETI di sana sebagian besar sudah tidak ada,” ujar Bupati.
Bupati menambahkan bahwa Dam Betuk memiliki potensi besar untuk pengembangan perikanan, sehingga setiap Tumenggung akan memiliki perwakilan keramba di lokasi tersebut. Pendampingan dilakukan secara spesifik, dengan bantuan berupa modal kerja dan sarana produksi, bukan uang tunai langsung, agar hasil budidaya tetap dikelola secara mandiri.
“Kita mengajarkan mereka untuk berproses. Hasil keramba nantinya kita beli kembali, sehingga perputaran uang tetap ada untuk membeli bibit baru. Pendekatan ini lebih efektif daripada bantuan tunai langsung,” jelas Bupati.
Menurut M. Syukur, warga SAD pada dasarnya mandiri dan patuh pada hukum adat, namun modernisasi memicu kebutuhan hidup yang lebih kompleks. Program budidaya ikan diharapkan menjadi alternatif mata pencaharian yang ramah lingkungan, tanpa mengorbankan identitas budaya mereka.
| Baca juga: Luas Tanam Sawah di Merangin Naik 11 Persen |
Bupati optimis, meski masih ada stigma negatif di masyarakat, warga SAD bisa beradaptasi dengan kehidupan modern. Ia mencontohkan perubahan perilaku sederhana, seperti mulai tertib berlalu lintas saat diingatkan.
“Kami tidak ingin mereka dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Melalui pembinaan berkelanjutan ini, mereka diharapkan dapat hidup sejahtera berdampingan dengan masyarakat luas, tanpa kehilangan identitas dan budaya asli,” pungkas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Merangin berharap Kemensos memberikan dukungan penuh, baik dari sisi pendanaan maupun tenaga ahli pendamping, sehingga ekosistem ekonomi di Dam Betuk mampu mensejahterakan 15 kelompok Tumenggung SAD secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....