Menjelang Lebaran, Gas Elpiji 3 Kg Langka Mahal

  • 10 Mar 2026 17:33 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, ketersediaan gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Sungai Penuh mulai dikeluhkan masyarakat. Selain sulit ditemukan di sejumlah titik penjualan, harga gas bersubsidi tersebut juga dilaporkan melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan pantauan di sejumlah pengecer, harga elpiji 3 kilogram kini mencapai sekitar Rp35 ribu per tabung. Padahal, sesuai ketentuan pemerintah, HET gas bersubsidi di wilayah Jambi berkisar Rp18.500 per tabung di tingkat pangkalan resmi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi warga berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada elpiji subsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih menjelang hari besar keagamaan, kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Mentari Salah seorang pedagang gorengan di Pasar Kota Sungai Penuh mengaku kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram untuk menunjang usahanya. Kalaupun tersedia, harganya sudah jauh lebih mahal dari biasanya.

“Sekarang gas elpiji 3 kilogram memang sulit dicari. Kalau ada pun harganya sudah sekitar Rp35 ribu per tabung. Kondisi ini menyulitkan kami yang bergantung pada gas untuk usaha, apalagi dagangan juga sedang sepi,” ujarnya, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Selasa 10 Maret 2026.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap distribusi elpiji subsidi agar tetap tepat sasaran. Pasalnya, kelangkaan yang diikuti lonjakan harga dinilai semakin memberatkan masyarakat kecil.

Sejumlah warga menduga kelangkaan tersebut terjadi akibat distribusi yang tidak tepat sasaran atau adanya penyaluran di luar jalur resmi. Mereka meminta pemerintah segera memperketat pengawasan distribusi elpiji 3 kilogram.

Jika ditemukan pelanggaran dalam penyaluran, masyarakat berharap aparat dan instansi berwenang dapat segera menindak pihak yang terbukti menyalahgunakan distribusi gas bersubsidi tersebut, sehingga ketersediaan kembali normal dan harga sesuai dengan HET.

Rekomendasi Berita