Agustus 2026, 48 Kasus Gigitan Hewan Tercatat di Sungai Penuh

  • 07 Sep 2026 12:42 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID,Sungai Penuh - Berinteraksi dengan hewan peliharaan memang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, jika tidak dilakukan dengan hati-hati, interaksi tersebut bisa berujung pada gigitan. Di Kota Sungai Penuh, tercatat 48 kasus gigitan hewan terhadap manusia sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Meski angka tersebut masih menjadi perhatian, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh memastikan sebagian besar kasus yang terjadi merupakan gigitan biasa dan tidak menimbulkan dampak serius.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Aries Armen, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh perilaku hewan peliharaan.

Menurutnya, hewan dapat menunjukkan reaksi berbeda ketika merasa takut, terganggu, terancam, atau tidak nyaman. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengenali tanda-tanda tersebut sebelum berusaha menyentuh atau mendekati hewan.

Menariknya, jumlah kasus gigitan pada 2026 justru menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, kasus gigitan hewan di Kota Sungai Penuh tercatat mencapai 75 kasus.

Meski mengalami penurunan, Aries meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

Ia mengimbau warga tidak memaksakan diri berinteraksi dengan hewan, khususnya ketika hewan mulai menunjukkan perilaku agresif atau tanda-tanda tidak nyaman.

“Kalau hewan menunjukkan tanda-tanda agresif, jangan dipaksakan untuk berinteraksi,” ujar Aries.Senin 07 September 2026

Pemilik hewan peliharaan juga diminta lebih memperhatikan kondisi dan perubahan perilaku hewan yang dipelihara. Pengawasan yang baik dinilai dapat membantu mencegah terjadinya gigitan dan menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Dinas Pertanian berharap kesadaran masyarakat dalam memperlakukan hewan dapat terus meningkat. Dengan begitu, kasus gigitan hewan di Kota Sungai Penuh tidak hanya dapat ditekan, tetapi juga mencegah risiko yang lebih serius di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....