Risiko Stroke Meningkat, Ketahui Tiga Kebiasaan Berbahaya yang Harus Dihindari
- 31 Agt 2026 11:34 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Mirisnya, kasus stroke kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga mulai mengancam kelompok usia produktif di bawah 40 tahun.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi stroke terus meningkat setiap tahunnya. Di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, pola hidup modern yang kurang sehat menjadi pemicu utama.
Tenaga medis mengingatkan, ada tiga kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat meningkatkan risiko stroke secara signifikan dan harus segera dihentikan.
- Merokok dan Paparan Asap Rokok Termasuk Vape
Kebiasaan pertama adalah merokok. Zat kimia dalam rokok, termasuk pada rokok elektrik atau vape, dapat merusak pembuluh darah, memicu penumpukan plak, dan membuat darah lebih mudah menggumpal. Kondisi ini memperbesar risiko sumbatan aliran darah ke otak yang menjadi penyebab stroke iskemik.
Bukan hanya perokok aktif, perokok pasif yang setiap hari menghirup asap rokok di rumah atau di tempat kerja juga memiliki risiko yang hampir sama tinggi.
- Konsumsi Garam Berlebih, Makanan Berminyak dan Ultra-Proses
Kebiasaan kedua adalah pola makan tinggi garam, tinggi lemak, dan gemar mengonsumsi makanan ultra-proses seperti mie instan berlebihan, gorengan, jeroan, makanan bersantan kental, serta minuman manis kemasan.
| Baca juga: Manfaat Pisang untuk Kesehatan |
Asupan garam berlebih dapat memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko nomor satu penyebab stroke. Sementara makanan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dan mempersempit pembuluh darah.
Warga Sungai Penuh yang gemar mengonsumsi makanan dengan cita rasa asin dan berminyak diimbau untuk mulai membatasi konsumsi garam maksimal satu sendok teh per hari.
- Malas Bergerak, Begadang, dan Tidak Mengontrol Tekanan Darah
Kebiasaan ketiga adalah minim aktivitas fisik, sering begadang, dan mengabaikan pemeriksaan tekanan darah.
| Baca juga: Ketahui Manfaat Antioksidan dan Sumbernya |
Duduk terlalu lama, jarang berolahraga, serta kurang tidur dapat menyebabkan obesitas, gangguan irama jantung, dan meningkatkan tekanan darah. Banyak penderita hipertensi tidak merasakan gejala sehingga tidak pernah memeriksakan diri, padahal hipertensi yang tidak terkontrol dapat pecah pembuluh darah di otak kapan saja.
"Stroke itu sering datang tiba-tiba, tapi prosesnya terjadi bertahun-tahun akibat kebiasaan buruk. Di usia muda sekarang banyak yang sudah hipertensi karena stres, kurang tidur, dan tidak pernah olahraga," ujar tenaga kesehatan.
Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan Sejak Dini:
• Berhenti merokok dan hindari asap rokok. • Batasi garam, gula, dan lemak. Perbanyak sayur, buah, dan air putih. • Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, seperti jalan cepat di sekitar Lapangan Merdeka Sungai Penuh atau bersepeda. • Tidur cukup 7-8 jam dan kelola stres dengan baik. • Rutin cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol di Puskesmas atau RSUD M.H.A Thalib Sungai Penuh. • Segera ke IGD jika mengalami gejala FAST: Face (wajah mencong), Arm (lengan lemah sebelah), Speech (bicara pelo), Time (segera bawa ke rumah sakit, jangan ditunda).
Deteksi dini dan perubahan gaya hidup adalah kunci utama mencegah stroke. Jangan menunggu gejala datang, karena penanganan stroke sangat berpacu dengan waktu.
Informasi dalam berita ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan diagnosis medis. Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi fasilitas kesehatan terdekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....