Pemkot Sungai Penuh Perkuat Penanggulangan Tuberkulosis dengan Kampung TB

  • 27 Jul 2026 07:28 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat langkah pemberantasan tuberkulosis (TB) dengan strategi baru yang melibatkan masyarakat secara langsung. Mulai tahun 2027, pemerintah akan membentuk dua kampung percontohan TB sebagai pusat edukasi, deteksi dini, dan pengendalian penyakit menular tersebut.

Program yang digagas melalui Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh itu diharapkan menjadi model penanggulangan TB berbasis masyarakat. Selain mempercepat penemuan kasus, program ini juga bertujuan menekan angka penularan di lingkungan sekitar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Yefrizal, mengatakan dua desa yang dipilih berada di Kecamatan Pondok Tinggi dan Kecamatan Tanah Kampung.

Menurutnya, kedua desa tersebut akan menjadi percontohan dalam penerapan sistem penanggulangan TB yang melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat secara aktif.

"Program ini diharapkan menjadi model yang nantinya dapat diterapkan di wilayah lain apabila memberikan hasil yang baik," kata Yefrizal.Minggu 26 Juli 2026

Selain membentuk kampung percontohan, Dinas Kesehatan juga akan menyiapkan kader kesehatan di tingkat desa. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam menemukan kasus TB sejak dini.

Para kader akan dibekali pengetahuan mengenai gejala tuberkulosis, cara pencegahan, hingga mekanisme pelaporan kasus kepada petugas kesehatan.

"Kader akan membantu menemukan warga yang memiliki gejala tuberkulosis. Mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, kader akan melaporkan kasus kepada petugas kesehatan agar pasien segera diperiksa dan mendapatkan pengobatan," ujar Yefrizal.

Ia menjelaskan, keterlibatan kader akan mempercepat penemuan kasus aktif di masyarakat. Pasien yang terdeteksi lebih awal dapat segera menjalani pengobatan hingga tuntas sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Yefrizal menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian TB tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Peran masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.

Karena itu, kampung percontohan tidak hanya berfungsi sebagai pusat penanganan kasus, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih memahami gejala TB, pentingnya pemeriksaan dini, dan kepatuhan menjalani pengobatan.

Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga penderita tidak lagi terlambat mendapatkan penanganan.

Pemerintah Kota Sungai Penuh optimistis pembentukan dua kampung percontohan akan memperkuat upaya pengendalian tuberkulosis di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....