Manfaat Jengkol untuk Kesehatan: antara Kontroversi dan Khasiat

  • 14 Apr 2026 20:30 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Jengkol, atau dikenal juga sebagai jengkol, merupakan salah satu makanan khas yang cukup populer di Indonesia. Meskipun terkenal dengan aromanya yang kuat, jengkol ternyata memiliki berbagai manfaat kesehatan yang sayang untuk dilewatkan.

  1. Sumber Energi

Jengkol mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Konsumsi dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga stamina untuk beraktivitas sehari-hari.

  1. Baik untuk Pencernaan

Kandungan serat dalam jengkol membantu melancarkan sistem pencernaan. Serat ini berperan penting dalam mencegah sembelit dan menjaga kesehatan usus.

  1. Mengandung Antioksidan

Jengkol memiliki senyawa antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Ini penting untuk menjaga sel-sel tubuh agar tidak mudah rusak.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa jengkol mengandung zat yang dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Hal ini tentu berpengaruh baik terhadap kesehatan jantung jika dikonsumsi secara bijak.

  1. Sumber Protein Nabati

Bagi yang ingin mengurangi konsumsi daging, jengkol bisa menjadi alternatif sumber protein nabati. Protein penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.

  1. Mengandung Mineral Penting

Jengkol juga mengandung mineral seperti zat besi dan fosfor. Zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah, sementara fosfor penting untuk kesehatan tulang dan gigi.

⚠️ Perlu Diperhatikan

Di balik manfaatnya, konsumsi jengkol berlebihan dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai keracunan jengkol atau jengkolisme. Gejalanya meliputi nyeri saat buang air kecil, bahkan gangguan ginjal. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang tidak berlebihan serta mengolahnya dengan benar.

Jengkol bukan hanya sekadar makanan tradisional dengan aroma khas, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Namun, seperti halnya makanan lain, konsumsi yang bijak dan tidak berlebihan adalah kunci untuk mendapatkan manfaat tanpa risiko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....