Kasus DBD di Kerinci 2025,Capai 107 Kasus

  • 08 Feb 2026 12:43 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kerinci kembali menjadi perhatian setelah terjadi peningkatan jumlah penderita sepanjang tahun 2025. Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti ini tercatat mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci menunjukkan, pada tahun 2024 jumlah kasus DBD berada di angka 96 kasus. Sementara pada tahun 2025, angka tersebut meningkat menjadi 107 kasus, atau bertambah 11 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermizan, menilai peningkatan kasus tersebut tidak terlepas dari masih kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Ia menyebutkan, genangan air di sekitar rumah, saluran air yang tidak lancar, serta barang-barang bekas yang dibiarkan terbuka menjadi tempat ideal berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Selain faktor lingkungan, tingginya aktivitas dan mobilitas masyarakat juga turut berkontribusi dalam mempercepat penyebaran penyakit tersebut, terutama saat memasuki musim penghujan.

“Selama musim hujan, masyarakat diminta untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air,” ujar Hermizan, Minggu, 8 Februari 2026.

Memasuki awal tahun 2026, kasus DBD di Kabupaten Kerinci kembali ditemukan. Hingga saat ini, tercatat 9 kasus, dengan wilayah Kabupaten Kerinci bagian tengah menjadi daerah dengan jumlah penderita terbanyak.

Untuk menekan angka kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mengimbau masyarakat agar aktif menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti menguras dan menutup tempat penampungan air, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif dalam mencegah penyebaran DBD dan melindungi kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....